
PaXini's Tora-One humanoid robot bekerja di basis manufaktur Qiantang milik Geely Auto untuk tugas perakitan fleksibel (TechCrunch)
JawaPos.com - BYD memperdalam langkahnya di industri robotika dengan membuka akses lini produksi kendaraan dan komponennya kepada robot buatan perusahaan rintisan PaXini Tech. Kesepakatan ini memberi pengembang robot asal Shenzhen tersebut akses ke salah satu jaringan manufaktur otomotif terbesar dan paling kompleks di dunia.
Kerja sama itu menandai pergeseran penting dalam hubungan kedua perusahaan. BYD tidak lagi sekadar menjadi investor PaXini, melainkan menyediakan lingkungan pabrik nyata yang dapat digunakan untuk menguji robot sekaligus mengumpulkan data bagi pengembangan kecerdasan buatan berwujud atau embodied AI.
Dilansir dari Electric Vehicles, Selasa (1/9/2026), kedua perusahaan menandatangani perjanjian kerja sama strategis pada 25 Agustus di kantor pusat global BYD di Shenzhen. BYD akan menyediakan proses manufaktur kendaraan dan komponen yang kompleks, lingkungan pabrik, serta sumber daya rantai pasokan.
Data operasional yang dihasilkan akan digunakan untuk melatih dan menyempurnakan model AI PaXini. BYD menilai, "Data tersebut penting untuk meningkatkan kemampuan generalisasi dan pengambilan keputusan," kemampuan yang membedakan demonstrasi di laboratorium dari mesin yang mampu bekerja selama delapan jam.
Baca Juga:Musk Alihkan Strategi Energi Surya Tesla, Matahari Kini Jadi Bahan Bakar Era AI dan Robotika
Di sisi lain, PaXini akan menyumbangkan teknologi sensor taktil, persepsi multidimensi, dan pengumpulan data multimodal. Teknologi tersebut dibutuhkan untuk pekerjaan presisi, seperti perakitan kabel kendaraan dan pengaplikasian perekat, yang menuntut kontrol gaya serta posisi dalam toleransi yang sangat sempit. Pendekatan itu bertujuan membangun terobosan nyata bagi penerapan robot di lingkungan manufaktur industri.
Perusahaan rintisan itu didirikan pada Juni 2021 oleh Dr. Jincheng Xu, lulusan doktoral Universitas Waseda. Dalam wawancara dengan media Tiongkok, Xu mengatakan, "Saya memasuki bidang robotika pada awalnya karena sangat terpengaruh oleh seri Gundam Jepang."
Latar belakang itu membentuk arah PaXini dalam mengembangkan sensor taktil berpresisi tinggi, tangan robotik, dan seri humanoid Tora. Perusahaan ini juga mengoperasikan fasilitas pengumpulan data kecerdasan berwujud seluas sekitar 12.000 meter persegi di Tianjin.
Sebelumnya, humanoid Tora-One telah digunakan di basis manufaktur Qiantang milik Geely Auto untuk pekerjaan perakitan fleksibel. PaXini mengklaim robot itu dapat beroperasi selama delapan jam tanpa gangguan dengan tingkat keberhasilan tugas 99,8 persen. Namun, angka itu belum diverifikasi secara independen. Persyaratan finansial dan jadwal penerapan robot dalam kesepakatan baru dengan BYD juga belum diungkapkan.
Di tengah pengembangan teknologi tersebut, hubungan BYD dan PaXini telah dimulai melalui investasi strategis pada April 2025, setelah BYD sebelumnya berinvestasi pada perusahaan robotika AgiBot.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Palermo vs Mantova di Coppa Italia: Rosanero Siap Libas Tim Tamu di Renzo Barbera
Sidang Kasus Pemuda Dipukul Pengusaha Buah di Surabaya, Saksi Sebut Tak Melihat Kejadian Jelas
Prediksi Skor Lyon vs Auxerre di Liga Prancis: Les Gones Berpeluang Menang Telak di Groupama!
Prediksi Skor Laos U-20 vs Timnas Indonesia U-20: Garuda Muda Berpeluang Pesta Gol!
Foto Terakhir Kebersamaan Anthony Xie dengan Audi Marissa Usai Digugat Cerai
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Arema FC vs Isenmulang Kalteng FC: Singo Edan Diprediksi Menang di Kanjuruhan
Prediksi Skor Toulouse vs Lille di Liga Prancis: Les Dogues Berpeluang Sikat Tuan Rumah!
Prediksi Susunan Pemain Bali United vs PSS Sleman: Dominikus Dion Harap Super Elja Main Pede
Manajemen Buka Suara Usai Ikang Fawzi Dikabarkan Menikah Lagi
