Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 13 Juni 2026 | 02.47 WIB

Harga Pertamax Naik, Rifat Sungkar Ingatkan Bahaya Mobil Turbo Minum Pertalite Terus-Menerus

Ilustrasi mobil yang menggunakan mesin turbo. (Hyundai) - Image

Ilustrasi mobil yang menggunakan mesin turbo. (Hyundai)

JawaPos.com - Kenaikan harga BBM non-subsidi, khususnya Pertamax, membuat banyak pemilik kendaraan mulai mencari cara untuk menekan pengeluaran harian. Namun bagi pemilik mobil bermesin turbo, beralih ke Pertalite demi menghemat biaya operasional bukanlah langkah yang disarankan.

Mulai 10 Juni 2026, harga Pertamax (RON 92) mengalami kenaikan signifikan dari Rp12.300 menjadi Rp16.250 per liter atau naik sekitar Rp3.950 per liter. Sementara Pertalite (RON 90) tetap dijual Rp10.000 per liter.

Selisih harga yang semakin lebar membuat sebagian pengguna mobil mempertimbangkan untuk turun kelas bahan bakar.

Padahal, mobil bermesin turbo dirancang untuk bekerja dengan tekanan dan temperatur ruang bakar yang lebih tinggi dibanding mesin naturally aspirated atau tanpa turbo.

Karena itu, mayoritas pabrikan merekomendasikan penggunaan bahan bakar beroktan minimal RON 92 atau bahkan lebih tinggi.

Pereli nasional, Rifat Sungkar, menjelaskan bahwa kendaraan bermesin turbo pada dasarnya masih dapat beroperasi menggunakan BBM beroktan rendah seperti Pertalite.

Namun, penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai rekomendasi pabrikan berpotensi menimbulkan masalah pada mesin dalam jangka panjang dan dapat berujung pada biaya perbaikan yang tidak sedikit.

"Mobil turbo modern telah dibekali teknologi sensor anti-knocking yang memungkinkan mesin menyesuaikan proses pembakaran saat menggunakan bahan bakar dengan angka oktan lebih rendah," ujar Rifat kepada JawaPos, Jumat (12/6).

Meski begitu Rifat menambahkan mesin tetap dapat bekerja meski diisi Pertalite. Kendati demikian, penggunaan BBM beroktan lebih tinggi tetap dianjurkan agar performa, efisiensi, dan usia pakai mesin tetap terjaga secara optimal.

Namun menurutnya, ketika mesin turbo menggunakan BBM beroktan lebih rendah seperti Pertalite, risiko terjadinya knocking atau detonasi menjadi lebih besar.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore