
Kendaraan listrik dipamerkan di sebuah ajang otomotif (Global News)
JawaPos.com - Ketergantungan ekonomi Kanada terhadap pasar Amerika Serikat kembali menjadi sorotan setelah kelompok industri otomotif terbesar di negara itu mendesak pemerintah membatalkan kesepakatan impor kendaraan listrik (electric vehicle/EV) dari Tiongkok.
Di tengah persaingan global yang semakin ketat, isu ini tidak lagi sekadar menyangkut perdagangan mobil, melainkan masa depan rantai pasok industri otomotif Amerika Utara.
Dilansir dari Global News, Rabu (10/6/2026), desakan tersebut disampaikan Presiden Canadian Vehicle Manufacturers' Association (CVMA), Brian Kingston, dalam sidang Komite Tetap Perdagangan Internasional Parlemen Kanada. Organisasi itu mewakili operasi tiga raksasa otomotif Amerika Serikat di Kanada, yakni Ford, General Motors, dan Stellantis.
Kingston menegaskan bahwa diversifikasi pasar di luar Amerika Serikat bukan pilihan realistis bagi industri otomotif Kanada. "Dengan lebih dari 90 persen produksi Kanada ditujukan ke Amerika Serikat, akses ke pasar AS dan integrasi Amerika Utara merupakan fondasi industri otomotif. Diversifikasi bukanlah pilihan. Sederhananya, tidak ada industri otomotif Kanada tanpa Amerika Serikat," ujarnya.
Menurut Kingston, pasar Eropa dan Asia lebih efektif dilayani melalui fasilitas produksi regional, sedangkan pasar Kanada terlalu kecil untuk menopang manufaktur otomotif berskala besar. Karena itu, dia meminta pemerintah federal menghapus perjanjian yang ditandatangani Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, dengan Tiongkok pada Januari lalu.
Perjanjian tersebut memungkinkan masuknya kendaraan listrik buatan Tiongkok ke pasar Kanada setiap tahun. "Kesepakatan ini membuka jalan bagi 49.000 kendaraan listrik (EV) masuk ke Kanada. Jumlah tersebut setara sekitar 30 persen dari total penjualan EV di Kanada tahun lalu. Tidak ada pagar pengaman untuk menjamin persaingan yang setara bagi produsen yang telah berinvestasi di sini maupun melindungi warga Kanada dari risiko siber," kata Kingston.
Selanjutnya, dengan tenggat peninjauan Perjanjian Perdagangan Bebas Kanada-Amerika Serikat-Meksiko (CUSMA) yang tinggal kurang dari satu bulan, CVMA mendesak Ottawa menyelaraskan kebijakannya dengan Washington melalui penerapan bea tambahan terhadap EV Tiongkok dan pembatasan perangkat lunak kendaraan yang memiliki keterkaitan dengan Tiongkok.
Tekanan dari Amerika Serikat juga semakin kuat. Bulan lalu, anggota Kongres dari Michigan, Haley Stevens, dan Senator Elissa Slotkin memperkenalkan Rancangan Undang-Undang Protecting America from Chinese Cars Act yang bertujuan mencegah kendaraan buatan Tiongkok memasuki pasar AS. Keduanya berpendapat bahwa industri otomotif Tiongkok "mendapat subsidi besar dari Partai Komunis Tiongkok," sehingga mampu "menekan harga pesaing dan dengan cepat membanjiri pasar-pasar baru."
Di sisi lain, perkembangan tersebut terjadi ketika produsen kendaraan listrik Tiongkok justru semakin agresif berekspansi ke pasar internasional. Reuters melaporkan bahwa perang harga berkepanjangan di pasar domestik telah mendorong produsen Tiongkok mencari peluang pertumbuhan di luar negeri.
Analis Gartner, Pedro Pacheco, mengatakan, "Mereka telah mencapai titik ketika mereka sadar bahwa ini bukan lagi hanya tentang Tiongkok. Mereka juga membutuhkan peta jalan untuk menyebarkan teknologi ke Eropa, Amerika Latin, dan Asia Tenggara."
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Armenia vs Latvia di Liga Nations UEFA: Sarkanbaltsarkanie Paksa Tuan Rumah Imbang
Prediksi Skor Montenegro vs Siprus di Liga Nations UEFA: Duel Sengit Rawan Imbang di Pod Goricom
Prediksi Skor Polandia vs Bosnia-Herzegovina di Liga Nations UEFA: Zmajevi Siap Kejutkan Tuan Rumah
Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Guruh Soekarnoputra dalam Kondisi Kritis, Dirawat Intensif di RS Siloam Semanggi
Bikin Geger Lagi, 244 Siswa Hingga Guru di Batang Tumbang Usai Santap MBG
Prediksi Skor Georgia vs Irlandia Utara di Liga Nations UEFA: Jvarosnebi Pesta Gol di Kandang
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Bangladesh vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026: Harimau Malaya Curi Kemenangan
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022