
Presiden Tiongkok Xi Jinping berjabat tangan dengan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un selama kunjungan resmi Xi ke Pyongyang (The Straits Times)
JawaPos.com - Kunjungan Presiden Tiongkok Xi Jinping ke Korea Utara menghasilkan kesepakatan strategis baru yang dinilai dapat memengaruhi lanskap geopolitik Asia Timur. Kedua pemimpin sepakat memperdalam kemitraan tradisional yang telah terjalin selama puluhan tahun, di tengah meningkatnya rivalitas antara Tiongkok dan Amerika Serikat serta semakin eratnya hubungan Pyongyang dengan Rusia.
Dilansir dari The Straits Times, Rabu (10/6/2026), media resmi Korea Utara KCNA menyebut Presiden Tiongkok Xi Jinping dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un telah menyepakati kerangka besar pengembangan hubungan bilateral kedua negara. Dalam laporannya, KCNA menyebut bahwa keduanya "menyampaikan kepuasan serta rasa haru yang mendalam atas tersusunnya kerangka tersebut bagi perkembangan hubungan kedua negara."
Kunjungan kenegaraan selama dua hari itu menjadi lawatan pertama Xi ke Pyongyang dalam tujuh tahun terakhir. Menurut KCNA, kedua negara "semakin memperdalam persahabatan revolusioner dan hubungan persaudaraan yang erat serta menegaskan tekad kuat untuk mengembangkan hubungan persahabatan tradisional DPRK-Tiongkok menjadi model hubungan yang paling kuat dan strategis."
Baca Juga:Empat Hari Setelah Menjamu Donald Trump, Xi Jinping Kini Bersiap Sambut Vladimir Putin di Beijing
Agenda tersebut berlangsung hanya beberapa pekan setelah Xi menerima Presiden Amerika Serikat Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Beijing.
Selain menggelar pertemuan resmi, Xi dan Kim mengunjungi Sekolah Pelatihan Kader Pusat Partai Buruh Korea, berdiskusi mengenai pembinaan pejabat partai, serta menanam pohon peringatan. Keduanya juga mendatangi Menara Persahabatan yang didedikasikan bagi prajurit Tiongkok yang gugur dalam Perang Korea. Setelah jamuan makan siang bersama pasangan masing-masing, Kim bahkan mengantar Xi hingga ke bandara.
Usai kembali ke Beijing, Xi mengirim surat terima kasih kepada Kim. Menurut KCNA, Xi menyatakan bahwa kedua pemimpin "melakukan pertukaran pandangan secara mendalam mengenai berbagai isu yang menjadi kepentingan bersama dan mencapai serangkaian kesepahaman penting." Reuters juga melaporkan Xi menilai kedua negara telah mencapai "konsensus penting" untuk menjaga perdamaian kawasan dan dunia.
Dalam surat tersebut, Xi menambahkan bahwa pembicaraan kedua pemimpin "menunjukkan tekad kuat kedua belah pihak untuk terus mengharumkan persahabatan tradisional, mendorong pembangunan dan kemakmuran bersama, serta menjaga perdamaian dan stabilitas di kawasan maupun di seluruh dunia." Dia juga menyatakan hubungan kedua negara telah memasuki "tahap sejarah baru" yang membuka arah kerja sama yang lebih jelas.
Tak hanya itu, kunjungan ini memiliki arti strategis bagi Pyongyang. Dalam beberapa tahun terakhir, Kim Jong Un semakin mendekat ke Moskwa, termasuk dengan memperkuat aliansi bersama Vladimir Putin dan mengirim pasukan untuk mendukung operasi militer Rusia di Ukraina. Pada saat yang sama, Korea Utara juga terus memperluas program senjata nuklirnya.
Namun, Tiongkok tetap menjadi mitra dagang terbesar Korea Utara sekaligus sumber penting dukungan ekonomi dan diplomatik bagi negara yang masih menghadapi berbagai sanksi internasional. Reuters mencatat Beijing berupaya mempertahankan pengaruhnya di Pyongyang di tengah meningkatnya hubungan Korea Utara dengan Rusia dan dinamika keamanan di Semenanjung Korea.
Momentum lawatan Xi juga menarik perhatian karena berlangsung tidak lama setelah pembicaraannya dengan Donald Trump. Gedung Putih sebelumnya menyatakan kedua pemimpin memiliki tujuan bersama untuk mendorong denuklirisasi Korea Utara. Meski demikian, selama kunjungan di Pyongyang, media resmi kedua negara lebih banyak menyoroti kerja sama politik, ekonomi, budaya, serta komunikasi strategis ketimbang isu nuklir.

Bocor! Alasan Brian Uriarte Tetap P4 Meski Crash di Moto3 Hungaria 2026, Bikin Veda Ega Pratama Finis P16
Viral! Diduga Dana Operasional Belum Cair, Sejumlah SPPG Mogok Operasional Mulai 8 Juni 2026
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Shin Tae-yong Bajak Staf Persebaya Surabaya, Gerbong Eks Timnas Indonesia Bisa Diboyong ke Persija Jakarta
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
BREAKING NEWS! Persija Jakarta Resmi Tunjuk Shin Tae-yong sebagai Pelatih Baru
Menebak Ranking FIFA Timnas Indonesia Selanjutnya Jika Menang Lawan Mozambik
Melihat 10 Besar Penjualan Mobil Mei 2026: Jaecoo Kuasai Brand Tiongkok, Tak Ada Nama BYD
Prediksi Piala Dunia 2026: Sejarah Sebut Hanya 5 Tim Lolos Semua Kriteria Juara, Belanda Masuk Daftar
Sudah Setor Total Rp 117 Miliar tapi Rumah Tak Kunjung Jadi, Konsumen Emeralda Resort Polisikan Yana Priatna
