Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 19 Mei 2026 | 03.40 WIB

Platform Gamifikasi Bantu UMKM Bertahan dan Menang di Era Digital

Peluncuran platform gamifikasi untuk percepatan transformasi keuangan digital di sektor UMKM. Jakarta, (18/5). (RianAlfianto/JawaPos.com). - Image

Peluncuran platform gamifikasi untuk percepatan transformasi keuangan digital di sektor UMKM. Jakarta, (18/5). (RianAlfianto/JawaPos.com).

JawaPos.com - Transformasi digital di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia masih menghadapi tantangan besar. Di tengah pesatnya pertumbuhan pembayaran non-tunai dan layanan keuangan digital, banyak pelaku usaha kecil belum sepenuhnya memahami pengelolaan keuangan bisnis maupun pemanfaatan teknologi pembayaran digital.

Persoalan mendasar seperti pencampuran uang pribadi dan usaha, kesulitan menghitung Harga Pokok Penjualan (HPP), hingga rendahnya pemanfaatan QRIS masih menjadi hambatan yang kerap ditemukan di lapangan.

Padahal, UMKM selama ini menjadi tulang punggung ekonomi nasional dengan kontribusi lebih dari 60 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Situasi tersebut mendorong munculnya pendekatan baru dalam edukasi digital UMKM. Salah satunya melalui metode gamifikasi atau pembelajaran berbasis permainan interaktif yang mulai digunakan untuk meningkatkan keterlibatan pelaku usaha dalam memahami literasi keuangan dan teknologi digital.

Pendekatan itu kini diadopsi PT Netzme Kreasi Indonesia (Netzme) bersama Ruangguru melalui peluncuran program 'Gang Dagang', platform gamifikasi literasi keuangan dan digital untuk UMKM yang diperkenalkan di Balai Kota DKI Jakarta dengan dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan Bank Indonesia Kantor Perwakilan DKI Jakarta.

Gang Dagang dirancang menggunakan simulasi bisnis dan tantangan transaksi digital agar peserta dapat belajar melalui pengalaman langsung. Program ini juga memanfaatkan sistem leaderboard dan kompetisi berkala untuk meningkatkan partisipasi pengguna.

CEO PT Netzme Kreasi Indonesia, Vicky G. Saputra, mengatakan penyediaan infrastruktur pembayaran digital saja tidak cukup untuk mempercepat transformasi UMKM.

“Sebagai PJP berlisensi Bank Indonesia Kategori 1, kami percaya bahwa infrastruktur pembayaran digital saja tidak cukup. UMKM Indonesia membutuhkan literasi yang menyertainya. Gang Dagang adalah bentuk komitmen kami untuk membangun ekosistem yang tidak hanya menyediakan akses, tetapi juga meningkatkan kapabilitas pelaku usaha agar tidak sekadar bertransaksi digital, tetapi juga mampu bertumbuh dari transaksi tersebut,” ujar Vicky, Senin (18/5).

Konsep gamifikasi sendiri semakin banyak diterapkan dalam sektor pendidikan dan pelatihan digital karena dianggap mampu meningkatkan engagement pengguna.

Dalam konteks UMKM, pendekatan ini dinilai relevan karena sebagian besar pelaku usaha memiliki keterbatasan waktu mengikuti pelatihan formal yang panjang.

Editor: Dony Lesmana Eko Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore