Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 16 April 2026 | 23.54 WIB

Cadence dan Nvidia Kembangkan AI Robotika Berbasis Simulasi Fisika untuk Percepat Pelatihan Mesin

CEO Cadence Design Systems Anirudh Devgan bersama CEO Nvidia Jensen Huang saat berbicara di CadenceLIVE di Santa Clara, California, AS (Reuters) - Image

CEO Cadence Design Systems Anirudh Devgan bersama CEO Nvidia Jensen Huang saat berbicara di CadenceLIVE di Santa Clara, California, AS (Reuters)

JawaPos.com - Kolaborasi antara Cadence Design Systems dan Nvidia menandai pergeseran strategis dalam pengembangan kecerdasan buatan (AI) untuk robotika global. Aliansi ini menargetkan percepatan pelatihan mesin yang selama ini masih bertumpu pada uji coba langsung di dunia nyata.

Untuk mencapai tujuan tersebut, Cadence menyediakan teknologi simulasi fisika untuk mereplikasi interaksi material di dunia nyata. Teknologi ini digunakan untuk menghasilkan data pelatihan yang sulit diperoleh melalui pengujian langsung. Sementara itu, Nvidia mengembangkan model kecerdasan buatan yang dilatih menggunakan data tersebut dalam lingkungan virtual. 

Dilansir dari Reuters, Kamis (16/4/2026), kerja sama ini diumumkan langsung oleh pimpinan kedua perusahaan dalam konferensi di Santa Clara, California. CEO Nvidia, Jensen Huang, menegaskan luasnya kolaborasi tersebut dengan menyatakan, "Kami bekerja sama dengan Cadence di seluruh lini pada sistem robotika."

Tak hanya itu, pendekatan pelatihan berbasis simulasi dinilai mampu memangkas waktu secara signifikan dibandingkan metode konvensional di dunia nyata. Namun, kendala utama terletak pada ketersediaan data pelatihan yang akurat, yang harus dihasilkan melalui sistem simulasi itu sendiri, bukan dikumpulkan secara langsung.

Dalam konteks ini, CEO Cadence, Anirudh Devgan, menekankan pentingnya kualitas data tersebut. Dia menyatakan, "Semakin akurat data pelatihan yang dihasilkan, semakin baik pula model yang akan terbentuk." Pernyataan ini menggarisbawahi bahwa keberhasilan AI robotika sangat bergantung pada presisi simulasi yang digunakan.

Oleh karena itu, kolaborasi ini berfokus pada integrasi menyeluruh antara mesin simulasi fisika Cadence dan model AI Nvidia. Tujuan utamanya adalah mempercepat kemampuan robot dalam menjalankan tugas-tugas praktis, sekaligus meningkatkan efisiensi dalam pengembangan teknologi otomatisasi di berbagai sektor industri.

Di sisi lain, Cadence juga memperluas pemanfaatan AI dalam proses desain cip. Perusahaan tersebut memperkenalkan agen AI baru yang dirancang untuk mengambil alih sebagian pekerjaan insinyur, khususnya pada tahap lanjutan desain fisik cip berbasis silikon.

Sebelumnya, Cadence telah meluncurkan agen AI yang menangani tahap awal desain sirkuit dalam bentuk kode. Kini, sistem terbaru akan melanjutkan proses tersebut hingga tahap perancangan fisik, yang menjadi bagian krusial dalam produksi semikonduktor modern. Teknologi ini akan tersedia melalui layanan komputasi awan milik Alphabet, yaitu Google Cloud.

Menegaskan arah inovasi tersebut, Devgan menyatakan, "Kami membantu membangun sistem AI, dan kemudian sistem AI tersebut dapat membantu meningkatkan proses desain." Hal ini menunjukkan terbentuknya siklus pengembangan teknologi yang saling memperkuat antara AI dan rekayasa perangkat keras.

Secara keseluruhan, kolaborasi Cadence dan Nvidia mencerminkan arah baru dalam industri teknologi global, di mana integrasi antara simulasi fisika dan kecerdasan buatan menjadi fondasi utama percepatan inovasi robotika. Integrasi kedua perusahaan ini menunjukkan bahwa kecepatan dan akurasi pelatihan model menjadi faktor penentu dalam pengembangan robotika berbasis kecerdasan buatan.

Editor: Candra Mega Sari
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore