Ilustrasi GROK milik Elon Musk.
JawaPos.com - Tekanan global terhadap kecerdasan buatan Grok akhirnya memaksa X bersuara. Namun alih-alih meminta maaf, platform milik X itu memilih mengumumkan pembatasan ketat.
Pengumuman tersebut disampaikan melalui akun Safety pada 15 Januari pagi waktu Indonesia. Isinya menegaskan perubahan besar pada fitur pembuatan dan pengeditan gambar Grok.
Langkah itu datang setelah Grok diprotes di berbagai negara. AI tersebut dituding bisa disalahgunakan untuk pornografi, termasuk manipulasi foto orang nyata tanpa persetujuan.
Dalam pernyataannya, X berulang kali menekankan komitmen keamanan. Platform ini menyebut menerapkan nol toleransi terhadap eksploitasi seksual anak dan ketelanjangan non-konsensual.
X juga menegaskan akan menghapus konten pelanggaran prioritas tinggi. Akun yang terindikasi mencari materi eksploitasi seksual anak disebut akan dilaporkan ke aparat penegak hukum.
Namun, tidak ada satu pun kalimat permintaan maaf dalam pengumuman tersebut. X memilih langsung mengumumkan kebijakan baru tanpa mengakui kesalahan secara eksplisit.
Salah satu pembatasan utama adalah larangan mengedit gambar orang nyata dengan pakaian terbuka seperti bikini. Kebijakan ini berlaku untuk semua pengguna, termasuk pelanggan berbayar.
Selain itu, fitur pembuatan dan pengeditan gambar Grok kini hanya tersedia bagi pelanggan berbayar. X menyebut langkah ini sebagai upaya menambah akuntabilitas terhadap penyalahgunaan.
X juga menerapkan pemblokiran berbasis wilayah atau geoblock. Pengguna di negara yang melarang konten semacam itu tidak bisa membuat gambar orang nyata dengan pakaian minim atau sejenisnya.
Bahasa yang digunakan X menunjukkan upaya meredam krisis. Istilah seperti “zero tolerance”, “law enforcement”, dan “additional safeguards” mendominasi pernyataan resmi tersebut.
Langkah ini dinilai sebagai upaya penyelamatan reputasi. Terutama setelah sejumlah negara, termasuk Indonesia, memblokir Grok karena dianggap berisiko melanggar hukum dan norma.
X menegaskan kebijakan ini tidak mengubah aturan utama platform. Semua prompt AI dan konten yang diunggah tetap wajib mematuhi Aturan X.
Di akhir pernyataan, X mengakui tantangan besar dari pesatnya perkembangan AI generatif. Platform ini menyatakan akan terus bekerja sama dengan pemerintah dan regulator untuk merespons masalah serupa lebih cepat.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Voli Indonesia Berduka, Mantan Pemain Jakarta Pertamina Enduro Meninggal Dunia
Update Kondisi Alex Martins! Dibawa ke Rumah Sakit, Pelatih Persebaya Surabaya Tunggu Kabar Terbaru
Iran Buka Suara usai Pidato Prabowo, Tegaskan Tak Pernah dan Tak Akan Miliki Senjata Nuklir
Suami Endah Fitrianingsih Sakit Hati ke Malik Bawazier Atas Kasus Perzinaan
Gratis di YouTube! Link Live Streaming Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026
Pelapor Diintimidasi Pihak Malik Bawazier Usai Laporkan Kasus Perzinaan
Prediksi Skor Timnas Indonesia vs Vietnam di Piala AFF 2026: Momentum Garuda Kunci Tiket Semifinal!
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Eks Wakil Kepala PPATK: Ada Pola 'Placement' untuk Hilangkan Jejak di Kasus Korupsi dan TPPU Febrie
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
