Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 27 September 2025 | 01.10 WIB

Gawat! Studi dari Universitas Northeastern Ungkap Fitur yang Diklaim Lindungi Anak-anak di Instagram Tidak Bekerja dengan Baik

Anak-anak Bermain HP (dok freepik.com) - Image

Anak-anak Bermain HP (dok freepik.com)

JawaPos.com - Beberapa fitur yang diklaim Meta bisa diterapkan untuk melindungi pengguna muda atau anak-anak di Instagram ternyata tak berfungsi dengan baik atau bahkan tidak ada. Hal ini berdasarkan laporan dari kelompok advokasi keselamatan anak yang dikonfirmasi oleh para peneliti di Universitas Northeastern.

Studi tersebut muncul di tengah tekanan baru terhadap perusahaan teknologi untuk melindungi anak-anak dan pengguna rentan lainnya di platform media sosial mereka.

Seperti dilansir dari Reuters, Jumat (26/9), dari 47 fitur keamanan yang dicoba, kelompok-kelompok tersebut menilai hanya delapan yang sepenuhnya efektif. Sisanya cacat, tidak lagi tersedia, atau secara substansial tidak efektif.

Fitur yang dicoba salah satunya untuk mencegah pengguna muda menampilkan konten yang berkaitan dengan tindakan menyakiti diri sendiri dengan memblokir istilah pencarian ataupun konten yang berhubungan. 

Filter pesan anti-perundungan juga gagal aktif, bahkan ketika dicoba dengan kalimat yang digunakan Meta pada saat mempromosikan fitur ini. Selain itu, fitur untuk mengalihkan remaja dari tontonan konten yang berkaitan dengan tindakan menyakiti diri sendiri secara berlebihan juga tidak pernah aktif.

Meski begitu, para peneliti juga menemukan beberapa fitur keamanan akun remaja yang berfungsi, seperti "mode senyap" yang dirancang untuk menonaktifkan notifikasi sementara di malam hari, dan fitur yang mengharuskan orang tua untuk menyetujui perubahan pengaturan akun anak.

Dalam studi berjudul "Teen Accounts, Broken Promises”, laporan ini mengkompilasi dan menganalisis pembaruan fitur keamanan dan kesejahteraan remaja yang diumumkan Instagram kepada publik selama lebih dari satu dekade. 

Dua kelompok di balik laporan tersebut yakni Molly Rose Foundation di Inggris dan Parents for Safe Online Spaces di AS yang didirikan oleh orang tua yang mengklaim anak-anak mereka meninggal akibat konten perundungan dan melukai diri sendiri di platform perusahaan media sosial tersebut.

Temuan ini mempertanyakan upaya Meta "untuk melindungi remaja dari bagian terburuk platform ini. Dengan menggunakan skenario pengujian yang realistis, kami dapat melihat bahwa banyak fitur keamanan Instagram tidak berfungsi," kata Laura Edelson, seorang profesor di Universitas Northeastern yang mengawasi peninjauan temuan tersebut. 

Sementara itu, Meta menegaskan bahwa temuan ini keliru dan menyesatkan. Menurut juru bicara Meta, Andy Stone, studi ini berulang kali salah mengartikan upaya Meta untuk memberdayakan orang tua dan melindungi remaja.

"salah mengartikan cara kerja alat keamanan kami dan bagaimana jutaan orang tua dan remaja menggunakannya saat ini," kata Andy Stone. 

Dia bahkan membantah beberapa penilaian dalam laporan tersebut dan menyebutnya sangat menyesatkan. Menurutnya, pendekatan perusahaan terhadap fitur akun remaja dan kontrol orang tua telah berubah seiring waktu.

"Remaja yang mendapatkan perlindungan ini melihat konten sensitif yang lebih sedikit, mengalami lebih sedikit kontak yang tidak diinginkan, dan menghabiskan lebih sedikit waktu di Instagram pada malam hari. Kami akan terus meningkatkan perangkat kami, dan kami menyambut baik masukan yang membangun, tetapi laporan ini bukan itu," ungkapnya.

Di sisi lain, kelompok advokasi dan peneliti universitas ini menerima informasi dari Arturo Bejar, mantan eksekutif keamanan Meta, yang menunjukkan bahwa fitur-fitur Instagram memiliki kekurangan. Bejar bekerja di Meta hingga 2015, lalu kembali pada akhir 2019 sebagai konsultan Instagram hingga 2021. 

Selama masa jabatan keduanya di perusahaan tersebut, ia mengatakan bahwa Meta gagal menangani data yang menunjukkan kekhawatiran serius terhadap keamanan remaja di Instagram.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore