Aplikasi DeepSeek. (Dok. Asia Times)
JawaPos.com - Teknologi kecerdasan buatan (AI) asal Tiongkok, Deepseek R1, mengejutkan dunia industri teknologi, bahkan mengguncang Wall Street. Pada Senin (27/1), setelah kemunculan Deepseek, saham-saham di bursa Amerika Serikat mengalami penurunan tajam.
Salah satu dampak terbesar adalah kerugian besar yang dialami oleh pembuat chip, Nvidia, yang kehilangan nilai pasar hampir US$600 miliar, atau sekitar Rp9.731,7 triliun. Deepseek R1 kini menjadi pesaing serius bagi kecerdasan buatan terkenal lainnya seperti ChatGPT OpenAI dan Gemini, yang sebelumnya mendominasi pasar.
Keberadaan Deepseek memunculkan ancaman terhadap dominasi perusahaan teknologi Amerika yang telah lama dianggap tak terkalahkan. Dampak ini membuat para investor dan perusahaan besar di AS khawatir akan perubahan besar dalam industri teknologi global.
Tentunya hal ini semakin menambah ketegangan terkait persaingan teknologi antara AS dan Tiongkok, yang semakin memanas. Lalu, bagaimana DeepSeek bisa menjadi ancaman bagi raksasa teknologi AS seperti OpenAI, Google, dan Meta? Apa dampaknya terhadap industri AI global? Simak ulasan menarik berikut ini, dikutip dari Forbes, Selasa (28/1).
DeepSeek: Inovasi yang Menggebrak Pasar AI
DeepSeek merupakan startup kecerdasan buatan (AI) asal Tiongkok yang baru berdiri sejak Mei 2023. Meskipun usianya belum genap dua tahun, DeepSeek telah menarik perhatian dunia, termasuk Silicon Valley.
Didirikan oleh Liang Wenfeng, seorang ahli di bidang hedge fund dan teknologi AI, DeepSeek memiliki pendekatan unik dalam operasionalnya. Tidak seperti perusahaan AI lainnya, DeepSeek sepenuhnya didanai oleh High-Flyer, hedge fund milik Liang sendiri.
Tanpa tekanan dari investor eksternal, DeepSeek dapat fokus pada riset jangka panjang tanpa harus tergesa-gesa mencari keuntungan. Tim DeepSeek sebagian besar terdiri dari lulusan muda universitas top di Tiongkok.
Alih-alih mengutamakan pengalaman kerja, perusahaan ini lebih memilih individu dengan kemampuan teknis tinggi dan perspektif segar terhadap pengembangan AI. Kombinasi talenta muda, budaya inovasi, dan fokus pada bahasa serta budaya lokal menjadi kunci sukses DeepSeek.
Model DeepSeek
DeepSeek Coder (November 2023) : Model open-source pertama mereka yang dirancang untuk tugas pemrograman.
DeepSeek LLM: Model AI berparameter 67 miliar yang mampu bersaing dengan model bahasa besar lainnya.
DeepSeek-V2 (Mei 2024): Model ini mencuri perhatian karena kinerjanya yang kuat dengan biaya rendah. Peluncurannya memicu perang harga di pasar AI Tiongkok, memaksa perusahaan besar seperti ByteDance dan Alibaba menurunkan harga model AI mereka.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
