
Mobil konsep Toyota SUV FT-3e di perhelatan Japan Mobility Show 2023 pada Sabtu (25/10).
JawaPos.com–Toyota Motor mengalami peningkatan laba kuartal kedua lebih dari dua kali lipat dan secara tajam meningkatkan prospek dalam satu tahun pada Rabu (1/11). Sebab, melemahnya mata uang Yen mendukung dampak kuatnya penjualan global.
Produsen mobil terlaris di dunia itu melaporkan rekor laba operasional sebesar 1,44 triliun Yen atau sekitar Rp 151 triliun dalam tiga bulan hingga akhir September. Angka itu meningkat 155,6 persen dari tahun sebelumnya.
Toyota mengatakan, menjual lebih banyak mobil di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, Asia, dan pasar dalam negeri, selama enam bulan hingga akhir September dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Setelah bertahun-tahun mendapat kritik karena lambat dalam mengadopsi kendaraan listrik bertenaga baterai, Toyota pada Juni meluncurkan perubahan besar dalam strategi kendaraan listrik. Toyota berkomitmen untuk meningkatkan jarak berkendara dan memangkas biaya kendaraan listrik.
Saat ini mereka mendapat manfaat dari optimisme pasar mengenai strategi tersebut dan minat baru terhadap jajaran produk mobil hibrida, yang mengombinasikan bahan bakar bensin dan listrik. Sebab, antusiasme terhadap kendaraan listrik memudar, terutama karena konsumen di Amerika Serikat bergulat dengan pembiayaan yang lebih tinggi.
Mobil hibrida, yang cenderung lebih murah dibandingkan kendaraan listrik bertenaga baterai murni, masih menyumbang lebih dari 90 persen penjualan mobil listrik Toyota. Penjualan kendaraan hibrida melonjak 41 persen menjadi 888.000 unit pada kuartal ketiga yang berakhir pada September.
Meski begitu, para analis mengatakan bahwa Toyota menghadapi banyak tantangan, khususnya di Tiongkok. Kebangkitan kendaraan listrik domestik dan peralihan pasar yang cepat ke mobil bertenaga baterai telah memukul pesaingnya seperti Nissan Motor dan Honda Motor dengan cukup keras.
”Tiongkok, pasar mobil terbesar di dunia, berada di tengah-tengah persaingan harga yang sangat ketat,” kata Chief Financial Officer Yoichi Miyazaki dalam penjelasannya menyusul hasil tersebut.
”Persaingan harga utama berpusat pada baterai EV,” imbuh Miyazaki.
Toyota juga menghadapi persaingan di pasar Asia Tenggara seperti Thailand karena meningkatnya investasi Tiongkok ke negara tersebut, yang dipicu oleh tingginya permintaan terhadap kendaraan listrik.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
Jadwal PSS vs Garudayaksa FC Final Liga 2, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Siapa Raih Trofi Kasta Kedua?
Hasil Play-off Liga 2: Adhyaksa FC Bungkam Persipura Jayapura 0-1 di Babak Pertama!
Jadwal Veda Ega Pratama di Sesi Q2 Moto3 Le Mans 2026! Rider Indonesia Bidik Start Terdepan
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
