
Dirjen SDPPI Kemenkominfo, Ismail. (Screenshot).
JawaPos.com - Pemerintah dan penyelenggara operator seluler (opsel) telah mengimplementasikan teknologi 5G secara komersial sejak 2021. Namun sayang, peluncuran 5G tahun lalu yang dimulai dari Telkomsel, kemudian Indosat dan disusul XL Axiata sifatnya baru 'seremoni' saja.
Masih sangat awal, implementasi 5G yang merata di Tanah Air masih akan menemukan jalan panjang dan berliku. Ada banyak faktor yang membuat pemerataan teknologi 5G memerlukan waktu lebih lama untuk dirasakan masyarakat di Indonesia secara luas. Seperti jaringan yang tersedia, harga perangkat yang belum cukup terjangkau buat sebagian kalangan sampai mahalnya harga paket yang ditawarkan ke konsumen akhir.
Lalu, kapan 5G akan merata di Tanah Air? Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Ismail mengharapkan, implementasi jaringan telekomunikasi 5G akan merata pada 2025 mendatang. Kurang lebih tiga tahun lagi dari sekarang.
“Pemerintah menelaah pengalaman dari implementasi 4G membutuhkan waktu sekitar enam sampai tujuh tahun yang terus berkembang di Indonesia hingga saat ini. Maka 5G tentu kita harapkan akan bisa lebih cepat dari itu, waktunya sejak diimplementasikan tahun 2021," ujar Ismail melalui Webinar Road to Indonesia 5G Security Readiness yang berlangsung virtual dari Jakarta Pusat, Senin (7/2).
Dia melanjutkan, Kemenkominfo memprediksi kalau 5G akan mulai bisa dirasakan secara luas dan merata di dalam negeri kira-kira tahun 2024 sampai 2025. "Kami harapkan begitu (tahun 2024-2025) sudah bisa meluas dan merata seperti halnya kondisi 4G seperti sekarang,” lanjut Ismail.
Dirinya menekankan, kata kunci dari dimulainya penggunaan 5G adalah tepat waktu dan tepat sasaran. “Kata kuncinya adalah in time, tepat waktu dan tepat sasaran yang selalu menjadi isu dan pembahasan, baik dari kementerian atau pemerintah dan regulator dengan para operator,” tegasnya.
Menurutnya, jika implementasi 5G dipaksakan bisa tersedia luas dalam waktu cepat, akan ada kemungkinan besar Indonesia akan menanggung biaya learning dari sebuah teknologi 5G yang tidak sedikit jumlahnya. Namun demikian, sebaliknya jika terlalu lambat hanya akan menjadi pasar untuk tidak bisa ikut serta dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.
Dirinya menegaskan bahwa implementasi 5G ini merupakan sebuah keniscayaan, tapi harus diatur ritme dan timing-nya agar implementasinya benar-benar produktif buat kepentingan bersama. Adapun implementasi teknologi 5G pada tahun 2021 ditandai ketika tiga operator besar di Indonesia yakni Telkomsel, Indosat XL Axiata telah menyatakan komersial dan sudah membangun di beberapa kota di dalam bentuk spot area.
“Tapi kita tentu belum cukup puas dalam kondisi seperti ini, masih banyak tantangan-tantangan yang harus dikembangkan lagi agar implementasi 5G bisa berkembang sangat cepat atau lebih cepat dari yang kita harapkan,” tandasnya.

7 Mall Terbaik di Bandung dengan Banyak Tenant Kuliner dan Spot Foto yang Instagramable
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
5 Mall Terbaik dan Paling Cozy di Solo, Cocok untuk Menikmati Kuliner, Belanja, dan Nongkrong di Satu Tempat
10 Rekomendasi Kuliner Bakmi Jawa di Surabaya, Pengunjung Sampe Rela Antre Demi Seporsi Kenikmatan Kuliner Malam Satu Ini!
18 Kuliner Mie Ayam di Yogyakarta yang Rasanya Autentik Tapi Harganya Cocok untuk Semua Kalangan Masyarakat
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
Bupati Roby Kurniawan Disebut Netizen Sebagai Bupati R yang Bikin Ayu Aulia Kehilangan Rahim
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
