Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 8 Februari 2022 | 20.36 WIB

Kominfo Ungkap Teknologi 5G Bakal Merata di Indonesia 3 Tahun Lagi

Dirjen SDPPI Kemenkominfo, Ismail. (Screenshot). - Image

Dirjen SDPPI Kemenkominfo, Ismail. (Screenshot).

JawaPos.com - Pemerintah dan penyelenggara operator seluler (opsel) telah mengimplementasikan teknologi 5G secara komersial sejak 2021. Namun sayang, peluncuran 5G tahun lalu yang dimulai dari Telkomsel, kemudian Indosat dan disusul XL Axiata sifatnya baru 'seremoni' saja.

Masih sangat awal, implementasi 5G yang merata di Tanah Air masih akan menemukan jalan panjang dan berliku. Ada banyak faktor yang membuat pemerataan teknologi 5G memerlukan waktu lebih lama untuk dirasakan masyarakat di Indonesia secara luas. Seperti jaringan yang tersedia, harga perangkat yang belum cukup terjangkau buat sebagian kalangan sampai mahalnya harga paket yang ditawarkan ke konsumen akhir.

Lalu, kapan 5G akan merata di Tanah Air? Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika (SDPPI) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo), Ismail mengharapkan, implementasi jaringan telekomunikasi 5G akan merata pada 2025 mendatang. Kurang lebih tiga tahun lagi dari sekarang.

“Pemerintah menelaah pengalaman dari implementasi 4G membutuhkan waktu sekitar enam sampai tujuh tahun yang terus berkembang di Indonesia hingga saat ini. Maka 5G tentu kita harapkan akan bisa lebih cepat dari itu, waktunya sejak diimplementasikan tahun 2021," ujar Ismail melalui Webinar Road to Indonesia 5G Security Readiness yang berlangsung virtual dari Jakarta Pusat, Senin (7/2).

Dia melanjutkan, Kemenkominfo memprediksi kalau 5G akan mulai bisa dirasakan secara luas dan merata di dalam negeri kira-kira tahun 2024 sampai 2025. "Kami harapkan begitu (tahun 2024-2025) sudah bisa meluas dan merata seperti halnya kondisi 4G seperti sekarang,” lanjut Ismail.

Dirinya menekankan, kata kunci dari dimulainya penggunaan 5G adalah tepat waktu dan tepat sasaran. “Kata kuncinya adalah in time, tepat waktu dan tepat sasaran yang selalu menjadi isu dan pembahasan, baik dari kementerian atau pemerintah dan regulator dengan para operator,” tegasnya.

Menurutnya, jika implementasi 5G dipaksakan bisa tersedia luas dalam waktu cepat, akan ada kemungkinan besar Indonesia akan menanggung biaya learning dari sebuah teknologi 5G yang tidak sedikit jumlahnya. Namun demikian, sebaliknya jika terlalu lambat hanya akan menjadi pasar untuk tidak bisa ikut serta dan menjadi tuan rumah di negeri sendiri.

Dirinya menegaskan bahwa implementasi 5G ini merupakan sebuah keniscayaan, tapi harus diatur ritme dan timing-nya agar implementasinya benar-benar produktif buat kepentingan bersama. Adapun implementasi teknologi 5G pada tahun 2021 ditandai ketika tiga operator besar di Indonesia yakni Telkomsel, Indosat XL Axiata telah menyatakan komersial dan sudah membangun di beberapa kota di dalam bentuk spot area.

“Tapi kita tentu belum cukup puas dalam kondisi seperti ini, masih banyak tantangan-tantangan yang harus dikembangkan lagi agar implementasi 5G bisa berkembang sangat cepat atau lebih cepat dari yang kita harapkan,” tandasnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore