Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 15 Juni 2023 | 18.52 WIB

Ramai Adopsi Kecerdasan Buatan, CEO OpenAI Ingatkan Bahaya Hoaks Jenis Baru

CEO OpenAI, Sam Altman saat bertandang ke Indonesia untuk menjawab pertanyaan seputar AI. - Image

CEO OpenAI, Sam Altman saat bertandang ke Indonesia untuk menjawab pertanyaan seputar AI.

JawaPos.com - Kehadiran kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) telah memicu banyak kekhawatiran di kalangan pemerhati perkembangan teknologi. Hal ini lantaran AI dengan use case-nya yang luas berpotensi disalahgunakan oleh pihak-pihak tak bertanggung untuk berbagai kepentingan.

Salah satu dampak buruk teknologi AI yang paling ditakuti adalah kekhawatiran terkait hoaks, informasi palsu dan manipulasi karya kreatif. Jika dimanfaatkan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab, AI bisa dikemas untuk menyerang salah satu pihak tanpa perlu usaha berarti.

CEO OpenAI Sam Altman, perusahaan teknologi di balik chatbot ChatGPT juga mewanti-wanti hal tersebut. Saat bertandang ke Indonesia, melalui acara bertajuk 'Conversation with Sam Altman', dia memberikan pendapatnya mengenai potensi tersebut.

Menurut Sam, hoaks atau disinformasi sebenarnya sudah terjadi sejak dulu. Namun, ia tidak menampik, bahwa kecerdasan buatan memang bisa menghadirkan disinformasi dengan jenis baru.

"Saya pikir AI akan menghadirkan disinformasi jenis baru. Akan ada gambar palsu yang lebih bagus dan kita harus beradaptasi dengan tantangan tersebut," kata Sam Altman.

Dari potensi hoaks yang mungkin muncul, ada satu yang paling dikhawatirkan oleh Sam Altman, yakni jenis disinformasi yang bersifat menarik dan bahkan persuasif. Ini menjadikannya sebagai tantangan baru yang mendasar serta membutuhkan usaha lebih untuk dipikirkan bagaimana antisipasinya.

Kemajuan kecerdasan buatan memang memungkinkannya manusia memproduksi berbagai macam konten dengan berbagai output. Hasilnya bisa berupa teks, audio, atau bahkan video yang begitu nyata dan sulit dibedakan.

"Saya tidak tahu bagaimana rasanya ketika kita berbicara dengan asisten yang sangat personal," kata Sam Altman menambahkan.

Seperti sudah disinggung di atas, AI generatif bisa memproduksi berbagai macam konten, mulai dari teks, foto, hingga video. Konten yang dihasilkan oleh AI generatif sangat mungkin dimaanfaatkan untuk membuat konten hoaks.

Salah satu hal yang ditakuti dari dampak AI ini belakangan bahkan sudah bisa dilihat dan bukan isapan jempol belaka. Jelang tahun politik di Amerika Serikat (AS), mulai banyak saling serang kandidat calon Presiden AS yang melemparkan black campaign dengan menggunakan teknologi AI.

Ronald Dion DeSantis, Gubernur Florida dan bakal calon Presiden AS belakangan dikabarkan melemparkan kampanye negatif dengan teknologi AI. Seperti dilaporkan Semafor, DeSantis War Room telah membagikan gambar yang menunjukkan Donald Trump merangkul Dr. Anthony Fauci, yang menjadi sosok kontroversial bagi kaum konservatif setelah pandemi Covid-19.

Klip pendek hasil karya AI beredar dan membandingkan Trump sebagai bintang reality TV yang memecat orang magang dengan Trump di kehidupan nyata yang tampaknya menolak untuk memecat dokter.

Kubu DeSantis bukan satu-satunya kelompok yang menggunakan gambar yang dihasilkan AI pada pemilihan ini. Ketika Presiden Joe Biden secara resmi mengumumkan pencalonannya kembali, Komite Nasional Republik (RNC) merilis iklan video yang seluruhnya dibuat menggunakan kecerdasan buatan.

Baca Juga: Mampir ke Indonesia, Sam Altman Jawab Ketakutan Nadiem Makariem soal AI Bakal Gantikan Peran Guru

Video tersebut memperlihatkan Biden dan Kamala Harris di pesta kemenangan diikuti oleh beberapa insiden domestik dan internasional yang menurut RNC mungkin terjadi jika mereka menang.

Donald Trump Jr juga dilaporkan membagikan video yang menukar wajah dan suara DeSantis melalui sebuah adegan dari The Office di masa lalu. Sementara itu, mantan Presiden Trump membagikan video yang mengejek peluncuran Twitter Spaces DeSantis dengan suara AI yang menampilkan tokoh-tokoh seperti Adolf Hitler.

Editor: Edy Pramana
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore