Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 14 Juni 2023 | 21.25 WIB

Mampir ke Indonesia, Sam Altman Jawab Ketakutan Nadiem Makariem soal AI Bakal Gantikan Peran Guru

CEO OpenAI mampir ke Indonesia dan menjawab beberapa pertanyaan terkait teknologi AI.

 
JawaPos.com - Sam Altman, salah satu tokoh terkemuka kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) yang sekaligus merupakan Co-Founder dan CEO dari OpenAI yang membuat aplikasi revolusioner ChatGPT mampir ke Indonesia. Melalui acara bertajuk “Conversation with Sam Altman” yang diselenggarakan oleh KORIKA bersama dengan GDP Venture ini memberikan kesempatan kepada publik di Tanah Air untuk bertanya seputar teknologi AI.
 
Sebagai informasi, OpenAI yang didirikan pada tahun 2015, adalah perusahaan riset dan pengembangan AI. Teknologi-teknologi OpenAI meliputi sistem bahasa alaminya, GPT-4 dan ChatGPT, sistem generasi gambar DALL-E, dan sistem pengenalan ucapan sumber terbuka mereka, Whisper.
 
Dalam aplikasi praktisnya, ChatGPT memiliki beragam kegunaan. Ia dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah kompleks, memberikan informasi atas pertanyaan dan permintaan, menginspirasi gagasan-gagasan baru dalam banyak bidang.
 
Aplikasi inilah yang sedang tren belakangan ini. ChatGPT membantu pengguna memahami konsep-konsep kompleks dengan menjelaskannya dengan kata-kata yang lebih sederhana, memberikan definisi, atau memberikan contoh-contoh yang berguna.
 
Saat acara tanya jawab, yang tidak ketinggalan bertanya seputar AI adalah Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makariem. Mewakili beberapa keresahan masyarakat terkait AI, Nadiem menanyakan kepada Sam kemungkinan AI menggantikan peran guru.
 
"Teknologi ini membuat guru ketakutan karena penilaian kuantitas dan kualitas dalam proses belajar-mengajar akan tertantang dengan kehadiran teknologi ini. Sistem pendidikan memang perlu beradaptasi, tetapi bagaimana tanggapan Anda?" tanya Nadiem dalam sesi tersebut.
 
Altman menanggapi pertanyaan pendiri Gojek itu dan mengatakan setiap perkembangan teknologi memang akan mengubah sistem pendidikan secara drastis. Namun hal ini menurutnya tidak perlu terlalu dikhawatirkan.
 
Alih-alih takut, Sam meyakini bahwa potensi AI sebetulnya lebih besar untuk membantu para guru dalam proses belajar mengajar. "Potensinya akan lebih besar. Mereka bisa menggunakan kreativitas mereka untuk meningkatkan proses edukasi," jawab Sam Altman.
 
Dirinya memberi contoh alat hitung elektronik yang sekarang dikenal sebagai kalkulator saat pertama kali ditemukan. Juga, saat pertama kali mesin pencari atau search engine seperti Google waktu pertama kali dikenal dan digunakan. 
 
Menurutnya, penemuan kalkulator dan mesin pencari saat itu juga sudah berkontribusi terhadap perubahan sistem pendidikan secara drastis. Tak perlu lagi menghitung secara manual, misalnya.
 
Selain itu, dengan mesin pencari, saat ini, para guru bisa mencari fakta dan banyak informasi dari Google. Menurutnya hal itu sama dengan kehadiran AI, yakni guru-guru juga bisa memanfaatkan perangkat yang bermanfaat dalam proses belajar-mengajar.
 
Untuk itu, dia berharap para guru tak perlu khawatir dengan perubahan zaman dan teknologi baru, termasuk AI. Sebaliknya, teknologi ini perlu dilihat sebagai alat yang mempermudah pekerjaan mereka.
 
"Ini adalah cara manusia berkembang," tutur Sam Altman. Dia menambahkan bahwa ChatGPT akhirnya akan diterima dan justru bisa digunakan untuk mempermudah kegiatan di sekolah.
Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore