
Ilustrasi aplikasi trading. (Pinterest)
JawaPos.com — Platform aset kripto OKX memperkenalkan Agent TradeKit, perangkat open-source berisi lebih dari 80 tools modular yang ditujukan untuk pengembang AI dan komunitas builder dalam membangun strategi perdagangan berbasis autonomous agent.
Dalam keterangan tertulis yang diterima, perangkat berbasis Model Context Protocol (MCP) itu memungkinkan AI agent terhubung langsung dengan sistem bursa untuk mengakses market data, menjalankan trading, hingga mengelola akun secara programatik.
Dalam beberapa tahun terakhir, penggunaan large language model (LLM) untuk analisis pasar terus meningkat. Namun, banyak pengembang masih harus membangun lapisan integrasi sendiri untuk menghubungkan hasil analisis AI dengan API bursa, mulai dari autentikasi hingga pengelolaan error.
Baca Juga:Coba-coba Trading Kripto Derivatif? Ini Tips Mulai yang Aman untuk Investor Pemula di 2026
Agent TradeKit disebut hadir untuk memangkas proses tersebut. Pengembang disebut dapat langsung memasang MCP Server atau CLI dan menggunakan lebih dari 80 tools siap pakai untuk berbagai kebutuhan trading.
Produk ini pertama kali dirilis global pada 10 Maret 2026 dan mulai diperkenalkan ke komunitas pengembang Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Agent TradeKit memiliki delapan modul utama, mulai dari market data, spot trading, futures, swap, options, hingga trading bot otomatis seperti Spot Grid dan DCA strategy. Salah satu fitur yang disorot adalah dukungan options trading yang diklaim masih jarang tersedia pada produk serupa berbasis MCP.
Selain itu, sistem ini dirancang dengan pendekatan developer-first, termasuk penyimpanan API key secara lokal, demo mode terisolasi untuk simulasi trading, serta mekanisme dry-run confirmation sebelum transaksi dijalankan.
OKX juga menyebut seluruh kode Agent TradeKit tersedia secara terbuka di bawah lisensi MIT sehingga dapat diaudit dan dimodifikasi komunitas pengembang.
Kehadiran perangkat ini mencerminkan meningkatnya tren integrasi AI dengan sistem perdagangan digital, termasuk upaya menghadirkan otomatisasi yang lebih cepat dan fleksibel bagi pengembang maupun komunitas kuantitatif.

Prediksi Bursa Taruhan Prancis vs Maroko di Piala Dunia 2026: Singa Atlas Bisa Paksa Les Blues Main Lebih dari 90 Menit
Sudah Terima Kompensasi Rp 5 Juta, Pengontrak di Surabaya Diberi Waktu 1 Bulan untuk Pindah
Prediksi Skor Prancis vs Maroko di Perempat Final Piala Dunia 2026: Deja Vu atau Pembuktian Singa Atlas
Artis Arie Nugroho dan Windy Wulandari Berduka Yogi Rahmat Meninggal Dunia
Prediksi Bursa Taruhan Spanyol vs Belgia di Piala Dunia 2026: La Roja Dijagokan Melaju ke Semifinal
10 Besar Penjualan Mobil Juni 2026: BYD Comeback jadi Merek Tiongkok Terlaris Kalahkan Jaecoo
Polisi Temukan Uang Rp60 Miliar di Cafe de Clan Jaksel, Diangkut Pakai 3 Mobil
Prediksi Susunan Pemain Norwegia vs Inggris di Piala Dunia 2026: Lomba Sihir Erling Haaland dan Harry Kane ke Semifinal!
Viral dr. Anggi Aprilyani Masuk Gereja, Tuai Tudingan Penistaan Agama
Gosip Perselingkuhan Lionel Messi Memanas, Sang Istri Tanggapi Rumor Skandal Suami dengan Jurnalis Argentina
