Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 10 Januari 2026 | 00.42 WIB

Dari Layar Presisi hingga Al Kontekstual: Strategi Teknologi TCL di CES 2026

CES 2026 di Las Vegas tunjukkan inovasi utama TCL dengan layar presisi dan AI adaptif.

JawaPos.com - Consumer Electronics Show (CES) di Las Vegas, Amerika Serikat (AS) selama bertahun-tahun menjadi barometer arah industri teknologi global. Ajang ini bukan sekadar panggung peluncuran produk, melainkan ruang untuk membaca ke mana inovasi bergerak.

Mulai dari evolusi teknologi layar, peran kecerdasan buatan dalam perangkat sehari-hari, hingga bagaimana isu keberlanjutan mulai memengaruhi desain dan pengembangan teknologi konsumen.
CES 2026 mempertegas perubahan tersebut.

Banyak perusahaan tidak lagi menonjolkan spesifikasi mentah sebagai daya tarik utama. Fokus bergeser pada bagaimana teknologi dapat bekerja lebih efisien, saling terhubung, dan menyesuaikan diri dengan kebiasaan pengguna yang kian kompleks. Dalam konteks inilah, partisipasi TCL menjadi menarik untuk dicermati.

Di ajang ini, TCL menempatkan teknologi visual sebagai fondasi pengembangan ekosistem perangkatnya. Namun pendekatan yang diambil tidak semata mengejar resolusi atau kecerahan ekstrem.

Perusahaan justru menyoroti pengelolaan cahaya layar yang lebih presisi sebagai upaya meningkatkan kualitas visual sekaligus menekan konsumsi daya, dua aspek yang kerap berseberangan dalam teknologi layar modern.

Pengembangan sistem local dimming yang lebih granular menunjukkan bagaimana industri mulai meninggalkan pendekatan serba agresif terhadap kecerahan. Dengan pengaturan cahaya yang lebih detail di berbagai area layar, kualitas kontras dapat ditingkatkan tanpa mengorbankan stabilitas warna.

Di sisi lain, riset panel dan filter warna generasi baru juga diarahkan untuk memperpanjang usia pakai layar, menjawab isu keberlanjutan yang semakin relevan.

Di ranah perangkat lunak, CES 2026 menampilkan pergeseran peran kecerdasan buatan dari fitur tambahan menjadi lapisan adaptif. TCL JUGA memposisikan AI sebagai sistem yang membantu perangkat memahami konteks penggunaan, mulai dari preferensi tontonan hingga pola interaksi pengguna.

"Pendekatan ini mencerminkan tren industri yang menjadikan AI sebagai penghubung antara perangkat keras dan pengalaman pengguna," jelas perwakilan TCL melalui keterangannya.

Pembaruan standar visual juga dilihat dari sudut pandang yang lebih fungsional. Alih-alih hanya meningkatkan kualitas gambar, teknologi pemrosesan visual terbaru dikembangkan agar mampu mengoptimalkan konten secara dinamis.

Dengan demikian, kualitas tampilan tidak sepenuhnya bergantung pada sumber konten, tetapi juga pada kemampuan perangkat dalam melakukan penyesuaian real time.

Isu kesehatan mata turut menjadi bagian dari narasi inovasi yang diangkat. Pengembangan teknologi layar untuk perangkat mobile diarahkan agar nyaman digunakan dalam jangka panjang, tanpa mengorbankan ketajaman visual.

Hal ini sejalan dengan meningkatnya durasi interaksi manusia dengan layar, baik untuk bekerja maupun hiburan. Eksplorasi terhadap perangkat imersif juga menjadi salah satu tema CES 2026.

Pendekatan TCL terhadap teknologi augmented reality menunjukkan upaya menjadikan AR sebagai solusi praktis, bukan sekadar demonstrasi futuristik. Perangkat imersif diposisikan sebagai alternatif layar personal yang fleksibel, terutama dalam skenario kerja dan konsumsi konten di ruang terbatas.

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore