
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid di Kantor Komdigi, Jakarta Pusat, Kamis (17/4). (Nanda Prayoga/JawaPos.com)
JawaPos.com - Pemerintah targetkan sebagian besar pengujian perangkat telekomunikasi di dalam negeri paling lambat dilakukan akhir 2026. Setelah sebelumnya, sebagian besar perangkat telekomunikasi Indonesia diuji di luar negeri.
Hal ini diungkap oleh Menteri Komunikasi dan Digital (Komdigi) saat kunjungan ke Indonesia Digital Test House (IDTH) di Depok, Jawa Barat, Rabu (4/6). "Kunjungan hari ini untuk memastikan bahwa sesuai roadmap, di akhir tahun 2026 insya Allah untuk pengujian perangkat-perangkat telekomunikasi sebagian besar atau hampir seluruhnya sudah bisa dilakukan di dalam negeri," tegas Meutya Hafid usai meninjau laboratorium yang merupakan fasilitas pengujian terbesar dan terlengkap di Indonesia.
Meutya menjelaskan, sebelumnya banyak perangkat yang harus diuji di luar negeri diakibatkan oleh keterbatasan fasilitas di dalam negeri. Namun, kini Indonesia memiliki kapasitas untuk menguji secara ilmiah hingga akuntabel yang sesuai dengan standar internasional.
"Sesuai dengan semangat Presiden Prabowo Subianto bahwa kita juga harus berdiri di atas kaki sendiri termasuk di ranah digital. Maka untuk pengujian perangkat telekomunikasi di akhir 2026 sudah hampir seluruhnya bisa kita bawa ke dalam negeri, ke balai uji IDTH ini dan juga ekosistem lain yang ada di dalam negeri," jelas Meutya.
Pada tiga tahun terakhir, IDTH sendiri telah mencatatkan pendapatan pengujian lebih dari Rp 32 miliar. Meski termasuk pencapaian, angka ini ternyata masih jauh dibandingkan dengan negara lain seperti Jerman yang membukukan pendapatan tahunan lebih dari Rp 59 triliun dan Korea Selatan yang memiliki target lebih dari Rp 11 triliun. Hal ini menandakan bahwa potensi pengembangan sektor ini masih sangat besar.
"Kalau sekarang sebagian besar perangkat yang masuk ke Indonesia masih diuji di luar negeri, maka dengan kesiapan kita semua hari ini, saya rasa dalam satu tahun berjalan ini harus sudah mampu untuk menggeser pengujian ke dalam negeri untuk hampir semua perangkat," tandasnya.
Sebagai informasi, beberapa waktu lalu telah terjadi penandatangan kerjasama antara Kementerian Komdigi dan Badan Standarisasi Nasional (BSN) dalam Seminar Electro Magnetic Compatibility (EMC). Saat itu, Meutya sempat menekankan pentingnya peran IDTH.
Dia pun juga menekankan kerja sama Kementerian Komdigi dan BSN sebagai upaya untuk memperkuat sinergi dalam proses akreditasi dan penetapan Balai Uji Dalam Negeri (BUDN) untuk alat dan perangkat telekomunikasi. Tak hanya itu, Menkomdigi juga menegaskan bahwa kerja sama ini termasuk pada bagian dari langkah strategis untuk menyederhanakan proses, mempercepat layanan hingga memperkuat sistem mutu pengujian perangkat secara menyeluruh.
"Kerja sama ini adalah langkah nyata dan kita harapkan sinergi ini dapat meningkatkan kepercayaan nasional yang utama dan juga dari internasional terhadap hasil uji kita," tutupnya.

Persib Bandung Dilaporkan Berburu 2 Winger Kiri Baru demi Prestasi di AFC, Nilai Pasarnya Lewati Thom Haye!
Persebaya Surabaya Dikabarkan Rekrut 2 Striker dan 2 Bek Baru, Ada Punggawa Tim Nasional
11 Kuliner Maknyus Sekitar Kebun Raya Bogor, Tempat Makan yang Sejuk, Nyaman dan Enak
Jadwal Shalat Idul Adha 2026 di Jakarta, Bandung, Surabaya, dan Kota Besar Lainnya
Dulu Antreannya Mengular dan Jadi Buah Bibir Media Sosial, Kini Terlihat Lengang: Mengulik 5 Tempat Makan yang Sempat Viral Lalu Sepi Pengunjung
16 Tempat Wisata Terbaik di Pandaan Pasuruan yang Buat Liburan Penuh Panorama Alam, Pegunungan dan Ketenangan
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
14 Angkringan Paling Nikmat di Surabaya, Tempat Nongkrong Seru Sambil Kuliner dan Jajan
Breaking News! Persebaya Surabaya Deal Rekrut Yuran Fernandes, Green Force Dapatkan Pengganti Gustavo Fernandes
10 Kuliner Lezat Dekat Stasiun Pasar Turi Surabaya, dari Lontong Balap hingga Nasi Bebek
