Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 24 April 2023 | 16.02 WIB

Permintaan Chip Memori Lesu, Samsung Terpaksa Sesuaikan Jumlah Produksi

Ilustrasi: Samsung prediksi kinerja keuangan di 2023 lesu karena permintaan chip menurun. (Istimewa). - Image

Ilustrasi: Samsung prediksi kinerja keuangan di 2023 lesu karena permintaan chip menurun. (Istimewa).

JawaPos.com - Samsung berencana untuk mengurangi produksi chip memori sebagai tanggapan atas penurunan permintaan. Dilaporkan The Korea Herald, Samsung berharap untuk menghasilkan penjualan hanya sebesar KRW 600 miliar atau berkisar Rp 6,8 triliun saja.
 
Angka tersebut menunjukkan penurunan untuk kuartal pertama tahun 2023, yakni turun 96 persen dari periode yang sama tahun lalu.
 
 
"Kami sedang menyesuaikan untuk menurunkan produksi memori ke tingkat yang berarti, selain untuk mengoptimalkan lini operasi yang sudah berjalan," kata Samsung dalam sebuah pernyataan.
 
Samsung menambahkan bahwa mereka akan terus berinvestasi dalam infrastruktur ruang bersih dan memperluas pengeluaran R&D karena terlihat peningkatan permintaan chip memori dalam jangka menengah hingga jangka panjang. 
 
 
Meskipun membuntuti TSMC Taiwan di area lain, Samsung adalah pemimpin global dalam produksi chip memori flash DRAM dan NAND dengan pangsa masing-masing 40,7 dan 31,4 persen. Chip semacam itu digunakan di semua jenis perangkat konsumen, mulai dari jam tangan pintar hingga ponsel dan laptop. 
 
Oleh karena itu, kelebihan pasokan chip memori merupakan tanda bahwa permintaan untuk produk tersebut telah turun secara signifikan karena perlambatan ekonomi global yang sedang berlangsung. 
 
 
Perlambatan terjadi tidak lama setelah salah satu ledakan industri teknologi terbesar sepanjang masa, yang didukung oleh pandemi Covid-19. Namun, sejak akhir tahun 2021, harga memori telah turun drastis, dengan harga DRAM dan NAND turun sebesar 20 dan 15 persen hanya dalam kuartal terakhir saja. 
 
 
Satu titik terang bagi Samsung adalah penjualan smartphone Galaxy S23 barunya, yang sangat diharapkan mampu membantu meningkatkan keuntungan, kata perusahaan asal Korea Selatan (Korsel) itu. Ini akan mengungkapkan rincian lebih lanjut dalam laporan pendapatannya yang akan dirilis pada akhir April. 
Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore