JawaPos.com - Membeli mobil bekas kadang bukan keinginan, tapi karena tidak ada pilihan mengingat terbatasnya keuangan. Salah satu merek mobil yang mesti diwaspadai kalau ingin membeli unit sekennya adalah Honda.
Apalagi, mobil-mobil Honda saat ini, sejak Honda Jazz dan Honda HR-V tahun 2014 ke atas, terkenal agak penyakitan. Masalah dan penyakit mobil Honda sejak saat itu terkenal bikin pusing pemiliknya, terutama di sektor transmisi matic CVT dan kaki-kakinya.
Namun selain itu, ada beberapa masalah pada mobil Honda yang kerap dikeluhkan para pemiliknya. Hal ini juga bisa jadi catatan bagi Anda yang berencana membeli mobil bekas merek Honda untuk jenis yang kami sebutkan di atas atau tahun produksi yang sama.
Dilansir dari Ibid Astra, beberapa penyakit dan masalah mobil Honda adalah masalah pada tombol start-stop engine yang biasa terjadi pada mobil HR-V SE dan Prestige. Hal ini terjadi karena pengemudi sering menekan tombol tersebut terlalu lama ketika mobil dinyalakan.
Transmisi CVT yang digunakan oleh Honda HR-V juga banyak dikeluhkan lambat, tidak responsif seperti matik konvensional. Lebih besar dibanding city car, bodi mobil besutan Honda ini juga berpengaruh pada tarikan.
Dengan transmisi yang sama, masalah pada CVT ini juga sering menimpa Honda Jazz. Apalagi dalam banyak ulasan, dan catatan banyak bengkel, transmisi atau CVT Honda ini sering banget jebol, rontok, bubar dan memerlukan biaya perbaikan besar.
Honda sendiri merupakan merek mobil yang dikenal tidak menjual murah produknya. Namun hal tersebut bukan berarti merek Honda bagus, tidak juga.
Masalah mobil Honda lainnya adalah banyak keluhan dashboard yang bunyi disebabkan oleh baut longgar yang dipasang pada saat pembongkaran AC mobil atau bekas bongkar lainnya. Hal ini menyebabkan plat atau plastik bergesekan dengan dasbor sehingga mengeluarkan bunyi mengganggu.
Penyakit mobil Honda yang sering terjadi juga dikeluhkan datang di bagian kaki-kaki. Komponen, seperti bushing arm, tie rod, long tie rod, dan link stabilizer, yang telah mengalami kerusakan dapat mengeluarkan suara gesekan dari bawah mobil.
Masalah ini biasanya terjadi ketika pemakaian mobil mencapai 80.000 km. Namun jika sudah dilakukan perbaikan pun tidak jaminan komponen bakal awet.
Selain kaki-kaki, masalah juga sering hinggap di sektor kemudi. Rusaknya rack steer dan Electric Power Steering (EPS) sering banget menimpa pemilik Honda padahal baru pemakaian mencapai 50.000 km.
Rack steer merupakan komponen yang menghubungkan setir dengan kaki-kaki mobil. Jika rusak, dapat direkondisi dengan biaya sekitar Rp 1,5 juta sedangkan EPS Rp 1,2 juta sementara kalau penggantian, bisa berkali-kali lipatnya.
Demikian masalah-masalah yang sering dikeluhkan para pemilik mobil Honda. Buat Anda yang memang cenderung suka mereknya, mobil Honda layak dipinang karena brand image-nya yang baik dan agak berkelas.
Tapi ya itu, mesti kompromi dengan segala kekurangan, penyakit dan masalah yang ada. Buat yang ogah repot, disarankan mencari mobil bekas merek lainnya.