Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 1 Juli 2024 | 17.00 WIB

Kenalan dengan Ransomware Brain Cipher, Sukses Bikin Bapak-bapak Boomer Kewalahan Karena Serang Pusat Data Nasional

Ilustrasi: Ilustrasi: Gejala aneh sempat dirasakan sebelum server PDN diserang ransomware. (Security Magazine)

 
JawaPos.com - Atas serangan ransomware terhadap Pusat Data Nasional atau PDNS, netizen menilai bahwa kinerja bapak-bapak boomer sudah tidak tepat memimpin instansi dan lembaga yang berkutat dengan kecanggihan teknologi. Pusat Data Nasional sukses dihantam hacker tanpa ada perlawanan berarti dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) serta Badan Siber dan Sandi Negara.
 
Seperti namanya, boomer mengacu pada orang yang lahir pada generasi atau kurun tahun 1946 hingga tahun 1960-an. Maka tidak heran jika orang-orang yang lahir di generasi ini sekarang mungkin sudah menjadi kakek dan nenek, menurut netizen, sudah tidak patut memimpin satu institusi yang berurusan dengan hal-hal teknis, teknologi, siber dan sejenisnya.
 
Balik ke topik ransomware yang gagal dicegah dan ditangani oleh bapak-bapak boomer tadi, jenis yang menyerang adalah Brain Cipher, atau Braincipher. Ada beberapa versi penulisannya. Namun intinya tetap sama, ransomware berbahaya.
 
 
Lalu, apa itu brain cipher? Dilansir dari Peris.ai, sejalan dengan kejadian terkini, brain cipher ransomware merupakan pelaku ancaman baru yang saat ini berfokus pada target organisasi. 
 
Brain cipher ransomware dikirimkan terutama melalui kampanye phishing. Kampanye ini sering kali menggunakan email yang menipu untuk mengelabui penerima agar mengunduh dan mengeksekusi file yang ternyata berbahaya.
 
Brain cipher ransomware menggunakan teknik canggih untuk menyusup, menyebarkan, dan mengenkripsi data dalam jaringan yang ditargetkan. Metode pengiriman utamanya adalah melalui email phishing, yang sering kali berisi lampiran atau tautan berbahaya yang mengarah ke unduhan malware.
 
Begitu masuk ke dalam jaringan, ransomware menggunakan berbagai taktik untuk meningkatkan hak istimewa, menghindari pertahanan, dan memperoleh akses ke informasi sensitif. Misalnya, ransomware menggunakan Windows Command Shell untuk eksekusi dan melewati kontrol akun pengguna untuk peningkatan hak istimewa.
 
Taktik penemuan ransomware ini mencakup menanyakan registri, menemukan informasi sistem, dan penemuan perangkat lunak. Tindakan ini memungkinkan ransomware memetakan lingkungan yang terinfeksi dan mengidentifikasi target enkripsi bernilai tinggi.
 
Akses kredensial menjadi aspek penting dari metodologi serangan brain cipher. Ini mencuri cookie sesi web, kredensial dari browser web, dan kredensial yang disimpan dalam file, memberikan penyerang informasi yang diperlukan untuk menyusup lebih jauh ke jaringan atau mengambil data.
 
Terakhir, taktik dampak ransomware adalah enkripsi data, yang membuat data korban tidak dapat diakses sampai uang tebusan dibayarkan. Taktik ini efektif dalam menimbulkan gangguan signifikan terhadap operasional organisasi, seperti yang terlihat dalam serangan baru-baru ini terhadap Pusat Data Nasional di Indonesia.
 
Untuk mengurangi ancaman yang ditimbulkan oleh brain cipher ransomware dan serangan serupa, organisasi harus mengadopsi pendekatan keamanan berlapis. Misalnya keamanan email, dengan menerapkan solusi keamanan email yang tangguh untuk mendeteksi dan memblokir upaya phishing.
 
Penting juga untuk melatih karyawan secara berkala untuk mengenali dan melaporkan email phishing. Dan yang paling krusial adalah menerapkan keamanan berlapis. Menerapkan perlindungan titik akhir tingkat lanjut penting untuk mendeteksi dan mencegah eksekusi malware.
 
Sebagai mitigasi, perlu untuk menjaga pencadangan atau backup data penting secara berkala dan memastikan bahwa cadangan tersebut disimpan dengan aman dan offline. Hal ini yang sayangnya tidak dilakukan oleh bapak-bapak boomer di Kemenkominfo.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore