Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 18 Januari 2024 | 18.45 WIB

Imbas Kehadiran AI, CEO OpenAI Khawatirkan Perubahan Masa depan Dunia yang Berlebihan

Sam Altman, CEO OpenAI, pada pertemuan tahunan Hope Global Forums di Atlanta pada 11/12/2023.

JawaPos.com - CEO OpenAI yakni Sam Altman, menyatakan kekhawatiran terhadap potensi perubahan dramatis dunia oleh kecerdasan buatan (AI) di masa depan yang dinilai akan menjadi berlebihan.

Dalam sebuah diskusi di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, Altman menyatakan keyakinannya bahwa perkembangan kecerdasan umum buatan (AGI), merupakan bentuk AI yang mampu menyelesaikan tugas selevel atau bahkan melebihi kemampuan manusia, tidak akan memiliki dampak sebesar seperti yang banyak orang bayangkan.

Dilansir dari CNBC, Kamis (18/1), perubahan tersebut tidak akan mengubah dunia atau lapangan kerja sebanyak yang diperkirakan banyak orang.

Sam Altman menyatakan bahwa pengembangan kecerdasan buatan umum (AGI) bisa terjadi dalam waktu yang relatif dekat.

Pernyataan ini disampaikannya setelah kesuksesan peluncuran chatbot ChatGPT oleh OpenAI pada akhir tahun 2022 yang membuat perusahaannya semakin populer.

Altman berusaha meredakan kekhawatiran skeptisisme terkait sejauh mana teknologi AI akan memengaruhi masyarakat.

Sebelum memperkenalkan model GPT-4 OpenAI pada bulan Maret, Altman memberi peringatan kepada para ahli teknologi untuk tidak terlalu bersemangat terhadap potensi model tersebut, menyatakan bahwa kemungkinan besar orang akan merasa 'kecewa' dengan hasilnya.

Dalam wawancara pada bulan Januari dengan StrictlyVC, Ia menekankan bahwa ekspektasi terhadap kecerdasan buatan umum yang sebenarnya tidak dapat sepenuhnya terpenuhi, dan hal itu adalah harapan yang tidak realistis dari pihak mereka.

Berdiri sejak tahun 2015, tujuan utama OpenAI adalah mencapai kecerdasan buatan umum (AGI). Sebagai perusahaan yang mendapat dukungan dari Microsoft dan memiliki valuasi pasar swasta yang hampir mencapai $100 miliar, OpenAI mengemukakan bahwa fokus utamanya adalah mengembangkan teknologi AI dengan pendekatan yang aman.

Setelah Donald Trump memenangkan kaukus Partai Republik Iowa pada hari Senin, Sam Altman ditanya mengenai potensi dampak AI terhadap kesenjangan ekonomi dan potensi dislokasi kelas pekerja yang semakin menjadi perhatian dengan semakin memanasnya pemilihan presiden.

Altman menyatakan bahwa meskipun hal tersebut perlu dipertimbangkan, ia percaya bahwa AI adalah alat yang memiliki dampak lebih besar daripada yang diharapkan.

Baca Juga: Bisnis AI Menjanjikan, BDX Indonesia Akuisisi 46 Pusat Data Indosat

Sam Altman mencatat bahwa kekhawatiran ekonom tentang AI menggantikan pekerjaan belum terbukti pada skala yang dikhawatirkan, dan ia menekankan bahwa teknologi ini telah mencapai tingkat di mana menjadi "alat produktivitas yang sangat efektif."

Perhatian terhadap keamanan AI dan peran yang dimainkan oleh OpenAI dalam menjaga keamanannya menjadi pusat perhatian selama masa pemecatan singkat Altman dari perusahaan pada bulan November.

Pemecatan tersebut terjadi setelah dewan direksi menyatakan kehilangan kepercayaan pada kepemimpinan Altman. Namun, Altman segera direkrut kembali sebagai CEO setelah mendapatkan dukungan kuat dari karyawan dan investor OpenAI.

Dalam pengembalian Altman, Microsoft juga mendapatkan kursi sebagai pengamat di dewan OpenAI, meskipun tanpa hak suara.

Editor: Novia Tri Astuti
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore