Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 3 Januari 2024 | 18.59 WIB

Manipulasi Uji Keselamatan Daihatsu di Jepang Ternyata Sudah Dilakukan Lebih dari 30 Tahun

Ilustrasi: Manipulasi uji keselamatan Daihatsu. (NZ Autocar) - Image

Ilustrasi: Manipulasi uji keselamatan Daihatsu. (NZ Autocar)

 
JawaPos.com - Merek otomotif yang dikenal biasa memproduksi mobil murah yakni Daihatsu tengah diterpa isu kurang sedap. Nggak main-main, jenama yang juga berada dibawah naungan Toyota Motor Corp ini telah menghentikan produksi tanpa batas waktu di empat pabriknya di Jepang karena skandal uji keselamatan. 
 
Hal ini menyusul penangguhan pengiriman kendaraan secara global baru-baru ini karena ditemukannya cacat dalam pengujian keselamatan. Pemerintah Jepang sedang menyelidiki tuduhan bahwa perusahaan tersebut telah memanipulasi hasil uji keselamatan pada model mobil tertentu yang bahkan telah dilakukan selama lebih dari 30 tahun.
 
Produksi dihentikan di pabrik di Shiga, Kyoto, Oita, dan kantor pusat Daihatsu di Osaka. Tanggal pasti untuk melanjutkan operasi masih dirahasiakan. Spekulasi menunjukkan penghentian setidaknya hingga Januari.
 
 
Dilansir via LiveMint, penutupan ini berdampak pada ribuan orang di sektor suku cadang mobil, dan berpotensi merugikan perekonomian lokal. Daihatsu terkenal dengan mobil kecil dan truk. 
 
Daihatsu memproduksi sekitar 870,000 kendaraan pada tahun fiskal lalu, menurut PTI. Pabrik-pabrik ini merupakan bagian dari jaringan luas yang melibatkan lebih dari 8.000 perusahaan.
 
Sebagai informasi, skandal ini muncul pada bulan April, ketika Daihatsu mengakui melakukan pengujian yang tidak tepat pada lapisan pintu. Kejanggalan lebih lanjut dalam uji tabrakan samping muncul pada bulan Mei. 
 
Secara total, 174 kasus pelanggaran baru dalam 25 kategori tes terungkap. Masalah ini meluas ke model Toyota, Mazda dan Subaru di Jepang, serta kendaraan Daihatsu dan Toyota secara internasional, termasuk juga pada model yang populer dipasarkan di Tanah Air. 
 
Presiden Daihatsu Soichiro Okudaira mengaitkan malpraktek ini dengan tekanan terhadap pekerja, dengan alasan tenggat waktu pembangunan yang tidak realistis. Skandal uji keselamatan tidak hanya terjadi pada Daihatsu; Produsen mobil besar Jepang lainnya juga menghadapi masalah serupa baru-baru ini.
 
Sebelumnya, Daihatsu mengumumkan, sebuah komite pihak ketiga yang independen telah menemukan bukti-bukti kecurangan dalam pengujian keselamatan pada 64 model kendaraan, termasuk yang dijual dengan merek Toyota.
 
Berdasarkan laporan hasil investigasi komite independen ditemukan pekerja Daihatsu yang bertanggung jawab melakukan pengetesan khawatir ada masalah jika pengembangan dan jadwal penjualan tak sinkron jika hasil pengetesan dinyatakan gagal.
 
"Lapisan dalam pintu kursi depan dimodifikasi secara tidak benar untuk beberapa pemeriksaan, sementara Daihatsu tidak mematuhi persyaratan peraturan untuk tes tabrakan samping tertentu," katanya dalam sebuah pernyataan.
 
 
Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore