Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 21 Mei 2026 | 06.14 WIB

Mazmur Pembantaian dalam Liturgi Darah: 'Hellsing' dan Fetish Manusia dalam Menikmati Kekerasan

Hellsing. (Istimewa) - Image

Hellsing. (Istimewa)

JawaPos.com - Darah adalah tinta yang tertoreh dalam sejarah umat manusia. Dari beragam peristiwa historis, kita belajar bahwa peradaban sejatinya dibangun di atas tumpukan mayat yang terlalu banyak untuk dihitung.

Mulai dari penyaliban Yesus Kristus, perbudakan di Mesir kuno, invasi Alexander the Great, pembantaian suku Indian di Amerika, Holocaust jutaan orang Yahudi oleh Nazi pada Perang Dunia II, hingga tragedi Tiananmen Square di Tiongkok dan konflik Israel–Palestina hari ini, sivilisasi tampaknya selalu punya hubungan intim dengan kekerasan.

Kekerasan terus berubah bentuk mengikuti zaman. Dia tidak pernah hilang, hanya berganti wajah. Pedang jadi peluru. Medan perang jadi layar media sosial. Kekerasan fisik jadi pembunuhan karakter secara digital. 

Yang paling mengerikan bukan bagaimana manusia menciptakan kekerasan, tapi bagaimana mereka terus menemukan cara untuk menikmati darah yang tertumpah.

Berkaca dari situ, rasanya sah saja untuk merenung dan bertanya pada diri sendiri: di balik semua narasi cinta damai yang sering diserukan, apakah manusia sejatinya adalah makhluk yang, diam-diam, menikmati kekerasan?

Pertanyaan yang sangat mengganggu ini diolah dan diramu dengan sangat graphic oleh mangaka Jepang, Kouta Hirano dalam bentuk komik satir tentang 'fetish' tak berkesudahan manusia terhadap kekerasan.

Nama karya yang juga diadaptasi ke dalam anime tersebut adalah Hellsing.

Di semesta Hellsing, perang dan pembantaian tidak ubahnya pesta pora yang memabukkan. Tubuh manusia terkoyak. Organ dalam berserakan. Darah muncrat layaknya air mancur dan mengaliri jalanan kota yang sudah berubah jadi lautan api.

Di tengah semua kengerian itu, karakter-karakternya tersenyum menyeringai. Mereka puas layaknya mencapai klimaks.

Lewat karya bertabur vampir, monster dan militer ini, Hellsing betul-betul memahami bahwa ada banyak manusia yang tidak menghindari kekerasan, tapi justru merasa hidup dan gagah karenanya.

Editor: Banu Adikara
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore