Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 2 November 2023 | 04.30 WIB

Toyota Alami Peningkatan Laba setelah Permintaan Mobil Hibrida Makin Banyak

Mobil konsep Toyota SUV FT-3e di perhelatan Japan Mobility Show 2023 pada Sabtu (25/10). - Image

Mobil konsep Toyota SUV FT-3e di perhelatan Japan Mobility Show 2023 pada Sabtu (25/10).

JawaPos.com–Toyota Motor mengalami peningkatan laba kuartal kedua lebih dari dua kali lipat dan secara tajam meningkatkan prospek dalam satu tahun pada Rabu (1/11). Sebab, melemahnya mata uang Yen mendukung dampak kuatnya penjualan global.

Produsen mobil terlaris di dunia itu melaporkan rekor laba operasional sebesar 1,44 triliun Yen atau sekitar Rp 151 triliun dalam tiga bulan hingga akhir September. Angka itu meningkat 155,6 persen dari tahun sebelumnya.

Toyota mengatakan, menjual lebih banyak mobil di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat, Asia, dan pasar dalam negeri, selama enam bulan hingga akhir September dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Setelah bertahun-tahun mendapat kritik karena lambat dalam mengadopsi kendaraan listrik bertenaga baterai, Toyota pada Juni meluncurkan perubahan besar dalam strategi kendaraan listrik. Toyota berkomitmen untuk meningkatkan jarak berkendara dan memangkas biaya kendaraan listrik.

Saat ini mereka mendapat manfaat dari optimisme pasar mengenai strategi tersebut dan minat baru terhadap jajaran produk mobil hibrida, yang mengombinasikan bahan bakar bensin dan listrik. Sebab, antusiasme terhadap kendaraan listrik memudar, terutama karena konsumen di Amerika Serikat bergulat dengan pembiayaan yang lebih tinggi.

Mobil hibrida, yang cenderung lebih murah dibandingkan kendaraan listrik bertenaga baterai murni, masih menyumbang lebih dari 90 persen penjualan mobil listrik Toyota. Penjualan kendaraan hibrida melonjak 41 persen menjadi 888.000 unit pada kuartal ketiga yang berakhir pada September.

Meski begitu, para analis mengatakan bahwa Toyota menghadapi banyak tantangan, khususnya di Tiongkok. Kebangkitan kendaraan listrik domestik dan peralihan pasar yang cepat ke mobil bertenaga baterai telah memukul pesaingnya seperti Nissan Motor dan Honda Motor dengan cukup keras.

Tiongkok, pasar mobil terbesar di dunia, berada di tengah-tengah persaingan harga yang sangat ketat,” kata Chief Financial Officer Yoichi Miyazaki dalam penjelasannya menyusul hasil tersebut.

”Persaingan harga utama berpusat pada baterai EV,” imbuh Miyazaki.

Toyota juga menghadapi persaingan di pasar Asia Tenggara seperti Thailand karena meningkatnya investasi Tiongkok ke negara tersebut, yang dipicu oleh tingginya permintaan terhadap kendaraan listrik.

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore