JawaPos.com - Bagi para pecinta sepeda motor, terlebih yang old money alias orang kaya zaman dulu, pasti kenal dengan motor Honda Motocompo. Kala itu, motor mungil ini hadir melengkapi paket penjualan mobil Honda yang bisa disimpan di bagasi belakang Honda City era 80-an.
Nah, terkait Motocompo,Honda di pasar global baru saja merilis skuter listrik atau lebih tepatnya e-bike Motocompacto. Skuter listrik compact ini telah menjadi perbincangan banyak orang, dan ini terinspirasi dari model skuter dua tak tempo dulu yakni Motocompo yang pernah hadir pada tahun 1980-an.
Apa yang membedakan skuter ini? Sebagai permulaan, desain lipatnya mirip dengan meja portabel, roda aluminium kecil, dan sebagainya. Dengan perpanjangan cepat pada setang, jok, dan roda belakang, skuter ini bisa berubah menjadi kendaraan mungil yang panjangnya tak sampai satu meter.
Dengan berat hanya 18 kg lebih sedikit, Motocompacto tidak terlalu ringan, tetapi sebanding dengan e-bike pada umumnya. Dilansir dari Engadget, skuter listrik mungil ini hanya bisa menawarkan jangkauan sejauh 19 km saja.
Skuter listrik ini bisa terisi penuh daya listriknya dengan lama waktu Pengecasan selama 3,5 jam. Setelahnya, skuter listrik ini bisa dipakai dan apabila habis, bisa dicas lagi dengan daya 110 volt saja.
Lalu apa yang menarik? Portabilitas. Didesain untuk menemani Anda dengan mudah di dalam mobil atau angkutan umum, Motocompacto cocok untuk penumpang perkotaan yang masih takut untuk menggunakan e-bike sepanjang hari.
Penambahan ini tepat waktu, selaras dengan tujuan ambisius Honda untuk mentransisikan seluruh lini kendaraannya ke listrik dan sel bahan bakar pada tahun 2040. Direncanakan untuk diluncurkan pada bulan November ini dan dengan harga di bawah USD 995 atau berkisar Rp 15 jutaan, Motocompacto bisa menjadi nostalgia bagi Anda yang pernah mengendarai Motocompo asli puluhan tahun lalu.
Tersedia secara eksklusif di Motocompacto.com dan dealer Honda dan Acura tertentu, skuter ini dapat mengubah aturan transportasi perkotaan. Dan siapa tahu, pesona kompaknya mungkin bisa menginspirasi generasi baru komuter ramah lingkungan.