
Photo
DAMPAK ekonomi pemindahan ibu kota negara hingga kini masih dikaji. Beberapa pihak juga masih mempertanyakan pengaruh pemindahan ibu kota pada pertumbuhan ekonomi Kalimantan Timur (Kaltim) maupun secara nasional. Berikut wawancara wartawan Jawa Pos Dinda Juwita dengan Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Eko Listiyanto.
---
Adakah dampak pemindahan ibu kota pada pertumbuhan ekonomi?
Indef sudah membuat kajian itu. Hasilnya, pemindahan ibu kota tidak banyak mendorong pertumbuhan ekonomi. Artinya, yang lebih banyak diuntungkan ya Kaltimnya. Efek ekonominya tidak banyak berpengaruh, bahkan cenderung rendah. Padahal, pemerintah kan maunya bisa menyelesaikan ketimpangan dan membuat sumber pertumbuhan baru. Kaltim memang nanti akan naik. Tapi, sektor-sektor di luar Kaltim tidak banyak diuntungkan, hanya menguntungkan provinsi tujuan.
Mengapa begitu?
Sebab, hingga kini konektivitas antardaerah belum terbangun optimal. Saat ibu kota ada di Jakarta, kan sudah terbiasa dengan konektivitas yang bagus. Tapi, saat dipindah ke Kaltim, itu kan akan menambah cost. Ada potensi high-cost economy. Harus beli tiket pesawat dan lain-lain.
Lalu, dampak apa lagi yang berpotensi muncul dengan pemindahan ibu kota?
Potensi inflasi sangat besar. Pemicunya, nanti akan banyak orang yang ke sana, maka permintaan bakal bertambah. Tapi, pemenuhan kebutuhannya yang siap menyuplai ya dari Jawa. Penyebabnya ya karena konektivitas yang belum bagus sehingga harganya lebih mahal. Fenomena itu sama seperti saat ada Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh dulu. Inflasi di Aceh jadi besar, gaji lebih besar. Karena pada masa pembangunan memang diperlukan suplai.
Dengan bantuan beberapa BUMN yang sudah menyatakan dukungan dengan menggelontorkan puluhan triliun rupiah, apakah hal itu bisa berpengaruh pada pertumbuhan?
Tetap saja pertumbuhan ekonominya baru akan terasa beberapa tahun kemudian. Apalagi jika dana yang disiapkan masih puluhan triliun. Ekonomi kita itu gede banget. Dengan simulasi yang kita gunakan Rp 466 triliun saja, jumlah itu belum banyak berdampak, apalagi hanya puluhan triliun. Ya memang akan mendorong ekonomi Kaltim karena uang akan berputar di situ, tapi secara nasional tidak besar. Ada ongkos ekonomi yang dibutuhkan.
Berapa waktu ideal yang diperlukan hingga ada dampak ekonomi yang terasa?
Itu ada kaitannya dengan seberapa cepat wilayah tersebut bisa dibangun. Tapi, biasanya pola yang terjadi adalah lima tahun pertama itu fase pembangunan. Lalu lima tahun berikutnya masuk proses pengisian instansi atau bangunan infrastruktur itu. Lima tahun kemudian akan terlihat apakah ibu kota yang baru ini bisa menimbulkan geliat ekonomi.
Bagaimana dampaknya pada Jakarta? Apakah iklim investasi masih menarik?
Secara umum saya rasa Jakarta masih menarik untuk investasi. Sebab, infrastrukturnya sudah tersedia dengan cukup. Kota ini (Jakarta) sudah terbiasa dengan iklim investasi. Lalu Jakarta juga dekat dengan Singapura yang notabene adalah kutub pertumbuhan bisnis di ASEAN. Artinya, kalau menjadi pusat bisnis, ya Jakarta masih tetap menarik. Walaupun misalnya nanti akan diciptakan sepuluh kota metropolitan baru, Jakarta akan tetap leading dibanding kota-kota yang lain.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Prediksi Malaysia vs Filipina: Menang atau Harus Berharap Thailand di Piala AFF 2026
Prediksi Thailand vs Myanmar di Piala AFF 2026: Gajah Perang Berpeluang Lolos sebagai Juara Grup
Prediksi Skor Singapura vs Timnas Indonesia di Piala AFF 2026: Misi John Herdman Demi Semifinal!
Daftar Skuad Chelsea dan AC Milan di Indonesia: Luka Modric, Rafael Leao, hingga Cole Palmer
Jafar dan Adnan Diduga Terlibat Match Fixing, PBSI Langsung Ubah Komposisi Ganda Campuran
Jadwal Siaran Langsung dan Link Live Streaming Chelsea vs AC Milan, Tayang di Mana?
Kejagung Periksa Febrie Adriansyah: Kenakan Rompi Pink dan Tangan Terborgol
Presiden Persebaya Surabaya Angkat Bicara Usai Juara, Azrul Ananda: Menuju Bintang Melalui Kesulitan
Profil Kiper Persebaya Reza Arya Pratama, Tepis 2 Penalti Persib di Final Piala Presiden 2026
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
