
Ilustrasi tren teknologi AI. (Training Camp)
JawaPos.com - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mengingatkan industri telekomunikasi agar tidak kembali kehilangan peluang bisnis akibat dominasi perusahaan teknologi global.
Pengalaman operator yang bisnisnya tergerus ekspansi perusahaan over the top (OTT) dinilai bisa terulang di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI).
Sekretaris Jenderal Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) Ismail mengatakan, Indonesia harus memiliki posisi lebih kuat dalam ekosistem AI.
Jika tidak, Indonesia berisiko hanya menjadi pasar bagi perusahaan teknologi global, sementara keuntungan terbesar justru dinikmati pemain asing.
Menurut Ismail, operator telekomunikasi perlu mengubah pendekatan dalam menghadapi perkembangan teknologi tersebut. Jika masing-masing perusahaan bergerak sendiri, kekuatan industri nasional akan sulit bersaing dengan perusahaan global.
“Kalau pendekatan ini berjalan terus, kita akan menyiapkan karpet merah buat pemain global dan kita hanya menjadi pasar. Para operator hanya akan menjadi saluran bisnis mereka, jadi kita dapat remah-remahnya saja,” ujar Sekjen Ismail dalam sesi Diskusi Panel pada acara Lintas Teknologi Solutions Day 2026 di Jakarta Timur, dikutip Senin (2/11).
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, Kemkomdigi mendorong penerapan strategi Indonesia Incorporated dengan mempertemukan pemerintah dan operator telekomunikasi.
Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkuat posisi Indonesia dalam menyusun model bisnis dan bernegosiasi dengan perusahaan teknologi global.
“Komdigi hadir menjadi orkestrator untuk membantu memperbaiki model bisnis ini dulu. Untuk diskusi ke depan, bersama para global player, pemerintah dan para telko harus duduk satu meja agar posisi tawar kita kuat. Karena kita punya pasar,” tegas Sekjen Ismail.
Ismail menilai, pendekatan bersama juga perlu dilakukan dalam pengembangan berbagai lapisan ekosistem AI.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Profil Yudi Cahyadi, Atlet MMA yang Tantang Duel Herri Pras Usai Singgung UAS dan UAH
Profil Herri Pras yang Kritik UAS dan UAH, Pendiri PSGI yang Ditantang Duel Atlet MMA
7 Kebiasaan Masa Kecil yang Berpengaruh Pada Kesuksesan Anak di Masa Depan
Herri Pras Beberkan Kronologi Digerebek Petarung MMA: Ditendang dan Didengkul Ulu Hati
Marco Bezzecchi Tuai Kritik Usai Kesalahan di Sepang Memperburuk Peluang Juara Dunia
Kembali Lakukan Mutasi, Kapolri Suyudi Ganti 264 Pati dan Pamen Polri
Prediksi Susunan Pemain Atletico Madrid vs Bayern Munchen: Alex Baena Ingin Tim Tamu Kesulitan
Prediksi Galatasaray vs Stuttgart: Tuan Rumah Punya Modal Bagus,tetapi Tim Tamu Siap Beri Perlawanan
Prediksi Skor Jeonbuk Motors vs Johor Darul Takzim FC, Duel Ketat di AFC Champions League Elite
Usai Digeruduk Rombongan Petarung MMA, Herri Pras Sempat Dievakuasi di Polsek Gunung Putri

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022