Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 30 Juni 2026 | 22.07 WIB

105 Tahun Partai Komunis Tiongkok dan Dua Keajaiban Pembangunan di RRT

Dr. Ye Su, Konsul Jenderal Tiongkok di Surabaya - Image

Dr. Ye Su, Konsul Jenderal Tiongkok di Surabaya

PADA 1 Juli 2026, Partai Komunis Tiongkok (PKT) memperingati hari jadinya ke-105. Pada tahun 1921, PKT lahir di tengah krisis yang mengancam kelangsungan bangsa. Setelah melalui perjuangan selama 28 tahun, PKT memimpin bangsa Tionghoa mewujudkan kemerdekaan nasional dan pembebasan rakyat, mendirikan Republik Rakyat Tiongkok (RRT), serta mengakhiri secara menyeluruh sejarah Tiongkok lama sebagai negara semi-kolonial dan semi-feodal. 

Setelah berdirinya RRT, PKT memimpin rakyat Tiongkok menyelesaikan revolusi dan pembangunan sosialisme, melaksanakan kebijakan Reformasi dan Keterbukaan, serta membuka jalan sosialisme berciri khas Tiongkok. Sejak Kongres Nasional PKT ke-18, di bawah kepemimpinan kuat Komite Sentral PKT dengan Xi Jinping sebagai intinya, Tiongkok berhasil mewujudkan Tujuan Perjuangan Seratus Tahun Pertama tepat waktu, membangun masyarakat sejahtera moderat secara menyeluruh, secara historis memecahkan masalah kemiskinan absolut, serta memulai perjalanan baru menuju sasaran pembangunan negara sosialis modern secara menyeluruh. 

Bangsa Tionghoa telah mencapai lompatan besar dari bangkit, menjadi makmur, hingga menjadi kuat, sekaligus berhasil menciptakan dua keajaiban pembangunan yang jarang ditemukan di dunia, yaitu perkembangan ekonomi yang pesat dan stabilitas sosial jangka panjang.

Sejarah telah membuktikan bahwa PKT merupakan pilihan rakyat Tiongkok, inti kepemimpinan yang kokoh bagi perjuangan sosialisme berciri khas Tiongkok, sekaligus jaminan fundamental bagi lahir dan berlanjutnya dua keajaiban pembangunan Tiongkok. Pada peringatan 105 tahun berdirinya PKT ini, saya ingin memperkenalkan kepada para sahabat Indonesia makna dua keajaiban pembangunan Tiongkok serta rahasia di baliknya.

Keajaiban pertama adalah perkembangan ekonomi yang pesat. Sejak dilaksanakannya kebijakan Reformasi dan Keterbukaan, perekonomian Tiongkok telah mencapai perkembangan yang melompat besar. Produk Domestik Bruto (PDB) meningkat hampir 130 kali lipat, sehingga Tiongkok hanya membutuhkan beberapa dekade untuk menuntaskan proses industrialisasi yang ditempuh negara-negara maju Barat selama ratusan tahun, dan kini menjadi entiti ekonomi kedua terbesar di dunia. 

Pada tahun 1978, PDB Tiongkok hanya setara 6,3% dari PDB Amerika Serikat (AS), sementara skala ekonominya hampir sama dengan India. Namun pada tahun 2025, angka tersebut telah meningkat menjadi 64,1% dari PDB AS dan sekitar lima kali lipat PDB India. 

Dari sebuah negara agraris yang tertutup dan tertinggal, Tiongkok telah bertransformasi menjadi negara manufaktur terbesar di dunia dan negara perdagangan barang terbesar di dunia. Dari negara bergantung pada impor teknologi, kini Tiongkok terus mencatat berbagai terobosan di bidang-bidang utama seperti kendaraan energi baru, peralatan berteknologi tinggi, pesawat buatan Tiongkok, cip dan AI. 

Perekonomian Tiongkok terus menunjukkan vitalitas yang kuat, bergerak menuju pembangunan yang lebih inovatif dan berkualitas, tidak hanya membawa perubahan besar bagi dirinya sendiri, tetapi juga memberikan stabilitas dan kepastian yang sangat berharga bagi pertumbuhan ekonomi dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, kontribusi Tiongkok terhadap pertumbuhan ekonomi dunia tetap berada di sekitar 30%, sehingga memainkan peranan yang sangat penting dalam menjaga stabilitas perekonomian global.

Keajaiban kedua adalah stabilitas sosial jangka panjang. Sambil mengembangkan perekonomian, PKT berpegang pada konsep pembangunan mengutamakan rakyat, terus memperkuat tata kelola sosial, mendorong keadilan dan kesetaraan sosial, serta menjaga kemakmuran dan stabilitas negara dalam jangka panjang. Dari sisi politik, tingkat kepercayaan masyarakat Tiongkok terhadap Partai dan pemerintah tetap berada pada peringkat yang tinggi. 

Menurut Edelman Trust Barometer 2023, tingkat kepercayaan masyarakat Tiongkok terhadap pemerintah menempati peringkat pertama di dunia berturut-turut, mencapai 89% pada 2023, jauh melampaui rata-rata global sebesar 52%. Dari sisi keamanan publik, Tiongkok merupakan salah satu negara dengan tingkat kriminal terendah dan rasa aman masyarakat tertinggi di dunia. 

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore