
Unjuk Rasa Bentrok Demo lanjutan dari mahasiswa yang tergabung dari berbagai macam aliansi protes UU Cipta Kerja, di kantor wakil rakyat Kaltim kembali diwarnai bentrok antara polisi dan massa, Kamis (5/11). Massa yang mulai anarkis memaksa untuk masuk ke Gedung DPR itu harus dibubarkan petugas dengan gas air mata dan Water Cannon. RAMA SIHOTANG/KALTIM POST
JawaPos.com - Sejumlah elemen mahasiswa belakangan ini melakukan aksi unjuk rasa di berbagai daerah, dalam menyikapi kebijakan pemerintahan Prabowo-Gibran yang dinilai kontroversial. Keresahan publik semakin terlihat setelah melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) hingga naiknya bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi.
Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) diharapkan mampu menghadirkan sikap humanis dalam mengawal setiap hak-hak rakyat, khususnya menjaga ketertiban masyarakat di tengah meningkatnya gelombang demonstrasi pada pertengahan Juni 2026.
"Sikap humanis aparat keamanan sangat dibutuhkan di tengah situasi sosial-politik yang memanas," kata analis politik Boni Hargens kepada wartawan, Selasa (16/6).
Baca Juga:Bos Maktour Fuad Hasan Kembali Mangkir dari Pemeriksaan Dugaan Korupsi Kuota Haji, KPK Minta Bukti
Ia menilai, pendekatan yang lebih humanis dan demokratis dari institusi kepolisian menjadi faktor penting dalam menjaga aksi demonstrasi tetap kondusif tanpa eskalasi kekerasan yang berarti. Hal tentu diimbangi oleh kepemimpinan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Sebab, langkah Polri dalam mengawal demonstrasi mencerminkan upaya menjaga keseimbangan antara penegakan ketertiban umum dan penghormatan terhadap hak-hak sipil warga negara. Dalam negara demokrasi, kedua hal tersebut seharusnya dapat berjalan beriringan.
Ia menegaskan, ruang kritik dan protes masyarakat perlu tetap dijaga sebagai bagian dari proses demokrasi. Aspirasi publik menjadi sumber informasi penting bagi pemerintah dalam merumuskan kebijakan untuk mengatasi berbagai persoalan nasional.
Namun, ia juga mengingatkan pentingnya melihat situasi secara berimbang di tengah tantangan yang sedang dihadapi pemerintah. Tak dipungkiri, dunia global saat ini tengah menghadapi ketidakpastian atas berbagai gejolak perang.
"Kondisi global yang penuh ketidakpastian membuat banyak negara harus melakukan penyesuaian kebijakan demi menjaga stabilitas ekonomi domestik," ujarnya.
Meski demikian, ia menilai pemerintah tetap harus terbuka terhadap berbagai kritik yang disampaikan masyarakat.
“Pemerintah harus makin responsif tehadap segala bentuk kritik dari masyarakat untuk menunjukkan respek terhadap aspirasi dan deliberasi publik," pungkasnya.

Daftar Pemain Timnas Argentina dan Aljazair di Grup J Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Spanyol dan Tanjung Verde di Piala Dunia 2026
Daftar Pemain Inggris dan Kroasia di Grup L Piala Dunia 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Daftar Pemain Swedia dan Tunisia di Piala Dunia 2026
Prediksi Skor Jerman vs Curacao di Piala Dunia 2026: Der Panzer Siap Menggila di Laga Perdana
MUI Minta Pelaku dan Pengkampanye LGBTQ Bisa Dipidana, Lebih Berat dari Pasal Perzinaan
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
5 Transportasi Surabaya-Malang Selain Motor yang Lebih Hemat, Tarif Mulai Rp 12 Ribuan
Prediksi Skor Haiti vs Skotlandia di Piala Dunia 2026: The Tartan Army Bisa Menang Besar!
