Mengapa norma baru ini seperti pil pahit? Pertama, tekanan kecepatan membuat verifikasi mendalam dianggap “kemewahan” yang memperlambat siklus berita. Kedua, banyak redaksi online belum punya unit fact-checking yang kuat, sehingga pemeriksaan kebenaran berita viral tidak merata di semua desk. Ketiga, budaya engagement-first mendorong media mengejar klik dan komentar, bukan validitas informasi. Keempat, media sosial tidak tunduk pada Kode Etik Jurnalistik, sehingga media mainstream dan netizen berada di ekosistem informasi yang “liar”.
Dampaknya, publik mulai sulit membedakan mana berita yang akurat dan mana yang sekadar narasi viral. Kepercayaan terhadap media pun menurun. Data Edelman Trust Barometer 2024 menunjukkan tren penurunan kepercayaan publik pada media di banyak negara, termasuk Indonesia.
Bagaimana jalan keluarnya? Pertama, media perlu membangun unit fact-check internal yang bertugas khusus memverifikasi konten viral sebelum naik tayang. Kedua, terapkan label seperti “dalam verifikasi” atau “sumber awal media sosial” pada berita yang belum terkonfirmasi penuh. Ketiga, lakukan edukasi publik secara konsisten tentang literasi media, agar masyarakat memahami bahwa viral tidak selalu berarti benar. Keempat, susun kode etik media sosial internal yang selaras dengan Kode Etik Jurnalistik, sehingga reporter dan editor punya pedoman jelas saat mengangkat isu viral.
Pada akhirnya, media arus utama harus kembali pada prinsip dasarnya, yakni akurasi, keadilan, dan kebenaran tertulis. Kecepatan memang memikat, tapi kepercayaan dibangun oleh kehati-hatian. Di era viral, menjadi yang tercepat mungkin memberi sorotan sesaat—namun menjadi yang paling akurat akan memberi kredibilitas jangka panjang.
Jika media terus membiarkan viralitas menjadi penentu agenda, mereka berisiko kehilangan fungsi mulia: menjadi benteng publik dari banjir informasi keliru. Jurnalisme yang sehat seharusnya bukan sekadar mengikuti arus—tetapi memandu arah.
*) Nasrullah, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Jadwal Thomas Cup 2026 Indonesia vs Aljazair, Siaran Langsung, dan Live Streaming: Laga Perdana Wajib Menang!
