Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 14 Agustus 2025 | 15.06 WIB

Pil Pahit Jurnalisme di Era Viral

Mengapa norma baru ini seperti pil pahit? Pertama, tekanan kecepatan membuat verifikasi mendalam dianggap “kemewahan” yang memperlambat siklus berita. Kedua, banyak redaksi online belum punya unit fact-checking yang kuat, sehingga pemeriksaan kebenaran berita viral tidak merata di semua desk. Ketiga, budaya engagement-first mendorong media mengejar klik dan komentar, bukan validitas informasi. Keempat, media sosial tidak tunduk pada Kode Etik Jurnalistik, sehingga media mainstream dan netizen berada di ekosistem informasi yang “liar”.

Dampaknya, publik mulai sulit membedakan mana berita yang akurat dan mana yang sekadar narasi viral. Kepercayaan terhadap media pun menurun. Data Edelman Trust Barometer 2024 menunjukkan tren penurunan kepercayaan publik pada media di banyak negara, termasuk Indonesia.

Bagaimana jalan keluarnya? Pertama, media perlu membangun unit fact-check internal yang bertugas khusus memverifikasi konten viral sebelum naik tayang. Kedua, terapkan label seperti “dalam verifikasi” atau “sumber awal media sosial” pada berita yang belum terkonfirmasi penuh. Ketiga, lakukan edukasi publik secara konsisten tentang literasi media, agar masyarakat memahami bahwa viral tidak selalu berarti benar. Keempat, susun kode etik media sosial internal yang selaras dengan Kode Etik Jurnalistik, sehingga reporter dan editor punya pedoman jelas saat mengangkat isu viral.

Pada akhirnya, media arus utama harus kembali pada prinsip dasarnya, yakni akurasi, keadilan, dan kebenaran tertulis. Kecepatan memang memikat, tapi kepercayaan dibangun oleh kehati-hatian. Di era viral, menjadi yang tercepat mungkin memberi sorotan sesaat—namun menjadi yang paling akurat akan memberi kredibilitas jangka panjang.

Jika media terus membiarkan viralitas menjadi penentu agenda, mereka berisiko kehilangan fungsi mulia: menjadi benteng publik dari banjir informasi keliru. Jurnalisme yang sehat seharusnya bukan sekadar mengikuti arus—tetapi memandu arah.


*) Nasrullah, Ketua Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore