Sekalipun persona dan gaya berpolitik Jokowi kontras, sisi itulah yang membuatnya memiliki pengaruh yang kuat di masyarakat bawah maupun kalangan elite. Personanya yang apa adanya dan low-profile sangat disukai masyarakat bawah, sementara gaya berpolitiknya yang pragmatis membuatnya memiliki pengaruh kuat di lingkaran elite politik. Mungkin, memang itulah cara Jokowi menancapkan legasinya.
Di sisi lain, gaya berpolitiknya yang pragmatis tampak pada strateginya dalam membangun koalisi besar dan menaklukkan hati lawan politik. Yang paling fenomenal tentu saja ketika ia merangkul mantan rivalnya pada 2019, Prabowo, untuk masuk dalam kabinetnya.
Apa pun itu, legasi Jokowi telah menampilkan ciri yang tak biasa dalam wajah perpolitikan Indonesia. Apakah legasi itu akan berdampak positif bagi keberlanjutan pembangunan bangsa sebagai peta jalan menuju Indonesia emas atau justru meruntuhkan fondasi demokrasi kita, patut kita tunggu. (*)
*) SUBHAN SETOWARA, Dosen FISIP UMM, direktur eksekutif RBC Institute A. Malik Fadjar

Dana Desa Terpangkas untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Infrastruktur Sebagian Desa di Tulungagung Tak Sesuai Rencana
12 Spot Kuliner Bakso di Bandung yang Terkenal karena Tekstur Dagingnya yang Juara
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
10 Spot Mie Kocok di Bandung Terenak, Kuliner Khas dengan Kuah Kental dan Bumbu Tradisional
12 Restoran Seafood Terenak di Bandung, Surganya Kuliner Laut yang Tak Pernah Sepi Pengunjung
15 Kuliner Bakso di Solo yang Selalu Jadi Incaran, dari yang Paling Legend hingga yang Kekinian
Resmi Pindah ke Bali! Derby Jawa Timur Arema FC vs Persebaya Surabaya Digelar di Stadion Kapten I Wayan Dipta
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Sebut Ada 3 Lokasi untuk Pembangunan Koperasi Merah Putih
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Lawan Arema FC Laga Terakhir Bruno Moreira? Intip Akhir Kontrak Kapten Persebaya Surabaya
