
Leak Kustiyo
SAMBIL merapikan tumpukan masker, mari mulai pikirkan ruang dan waktu. Yang merasa –dalam hati– New Normal baru akan dimulai setelah PSBB diakhiri nanti, anggap saja ini kelompok mayoritas yang pengikutnya hampir seluruh negeri, berarti sekarang ini adalah kesempatan yang sangat baik. Masih ada cukup waktu. Masih ada cukup waktu untuk memahami waktu.
Kelompok kedua, jumlahnya sak uprit alias minoritas. Yang mengambil sikap –dalam diri– New Normal adalah era baru yang berlangsung sejak virus korona itu muncul. Situasi yang sangat mengguncang itu langsung diterima dalam dirinya.
Diterima dengan ketenangan pikir penuh, meski badan ikut terguncang-guncang. Bagi kelompok sak uprit itu, New Normal adalah esensi yang melahirkan keputusan sikap. Bukan segala hal artifisial dan seremonial, yang dimulai setelah hari dan tanggalnya diumumkan.
Kelompok sak uprit itu, terbiasa melihat gerak-gerik dan gejala apa pun, otaknya selalu diajak merujuk pada dua hal: ruang dan waktu. Mungkin mereka keseringan melihat penyair berpuisi tentang ruang dan waktu di panggung-panggung teater. Mendengar berita korona yang sedang mengguncang Wuhan, yang virusnya potensial segera menyebar ke seluruh dunia. Wonokromo, Pakal, Benowo, Tanah Abang, Bantul, Wirobrajan. Kendal Kaliwungu, ajar kenal karo aku. Semarang kaline banjir, ojo semelang ora ditraktir... pokoknya merata dari Sabang sampai Merauke. Mereka langsung: Wah blaen iki. Tapi yo yok opo maneh...
Baca juga: Cuma Sensi dan Rindu
Mereka sadar sesadar-sadarnya, kesulitan tidak akan jauh beda dengan yang di Wuhan sana. Hidup harus tetap tenang, mati apalagi. Seluruh saraf, indra, dan mental ditata untuk ready to use sejak korona masuk ke sini. Jaga jarak, pakai masker, badan-pakaian bersih, penuh respek pada keselamatan diri dan orang lain. Itu semua dijalankan sebelum pemerintah membuat imbauan dan larangan. Berusaha sesegera mungkin hidup biasa, di tengah ketidakbiasaan.
Yang ada dalam kelompok kecil ini, di antaranya, adalah para tenaga medis. Pengusaha visioner. Figur-figur humble tidak arogan. Rakyat jelata yang logis dan klir jalan pikirannya.
Jaminan selamat? Tidak. Kalau sudah sebegitu hati-hatinya, tapi harus merawat pasien yang tidak jujur dan disiplin dan dokter terpaksa tertular, yo yok opo maneh...
Baca juga: Geladi Bersih New Normal
Yok opo maneh ada dua versi. Versi pertama diucapkan dengan ekspresi senyum. Versi kedua diucapkan dengan ekspresi bersungut-sungut muka suram. Artinya sangat beda. Yang satu ikhlas, satunya lagi putus asa. Ikhlas, kita semua gampang mengucapkan, tapi hanya aku dan kamu yang sanggup mengaplikasikan.
Aku ikhlas, tapi bo’ooong… (prank... prenk... prank... prenk...)
*
Di tengah kesulitan jangka panjang ini, hidup harus tetap jalan. Menyegarkan diri, tetap membuat rencana-rencana baru lagi.
”Kalau seluruh rencana, keinginan, cita-cita, dan tujuan hidupmu kau buat tanpa kalkulasi ruang dan waktu, lupakan!” Itu petuah autentik teman lama. Seluruh hasil dan capaian kita hanya cerminan dari hitung-hitungan dua dimensi itu: ruang, waktu.
Baca juga: Garis Start Baru 5.0
Hidup mengalir saja tak usah dipikir? Zaman normal saja hidup susah, apalagi hidup di zaman susah.
Seumur hidup kita harus berhitung. Agar sebisa mungkin tidak ketemu susah, kekecewaan, dan kecelakaan-kecelakaan.
Mari mulai kita kalkulasi semua hal yang ada di depan. (*)
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=jvBx4E03f2A
https://www.youtube.com/watch?v=v3MXklCG5p4
https://www.youtube.com/watch?v=lsawJrDBbAw

Sah! Nathalie Holscher Resmi Dinikahi Aripat, Maskawinnya Berupa Uang Rp 2.272.026
Mentan Amran Terbang ke Jatim Pukul 06.00 WIB, Borong Inovasi ITS: Benih Jagung, Traktor Amfibi, hingga Alat Panjat Kelapa
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Roberto Carlos Ungkap Tiga Pemain Terbaik Sepanjang Masa, Lionel Messi dan Pele Tak Masuk!
Menurut Psikologi, Orang yang Tidak Pernah Mengunggah Foto Dirinya di Media Sosial Kerap Kali Memiliki 8 Sifat Mengejutkan Ini
Prediksi Skor Persib Bandung vs Arema FC di Piala Presiden 2026: Maung Bandung Masih Terlalu Perkasa?
Eks Bek Persib dan Persija Erik Setiawan Jadi Perbincangan Setelah Tuduhan Mantan Istrinya Viral
Nathalie Holscher-Aripat Menikah, Sule Titip Pesan untuk Adzam, Balasan Nathalie Jadi Sorotan
Mengulas Dugaan Kejanggalan Argentina di Final Piala Dunia 2026, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Analis Ungkap Strategi Iran Pilih Sasar Negara Teluk Tanpa Serang Kapal Induk AS
