
Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKS, Kurniasih Mufidayati memberikan pemaparan terkait beberapa hal kondisi pandemi Covid-19 saat kunjungan kerja di masa reses di Jakarta, Sabtu (6/3/2021). Pandemi Covid-19 yang tak kunjung mereda meski telah setahun, Kur
JawaPos.com - Anggota Komisi IX DPR RI Kurniasih Mufidayati mencermati angka keterisian rumah sakit Bed Occupancy Rate (BOR) Covid-19 di Jakarta yang menyentuh angka 65 persen. Data yang ia peroleh sebanyak 48 persen yang dirawat adalah pasien tanpa gejala dan gejala ringan.
Mufida mengatakan isolasi mandiri (isoman) bisa dilakukan bagi pasien konfirmasi positif dengan gejala ringan dan tanpa gejala dengan catatan semua sistem isolasi mandiri siap dari hulu ke hilir.
Ia menyebut, pemerintah sudah memiliki pengalaman saat lonjakan tinggi kasus Delta dengan banyaknya masyarakat yang isoman di rumah karena tidak mendapat tempat perawatan. Harusnya saat ini bisa lebih baik dalam mengatasi pasien isoman.
"Isoman bisa dilakukan dengan syarat pemerintah tetap memenuhi hak kesehatan masyarakat. Jadi dijamin tidak dilepaskan begitu saja," ujar Mufida kepada wartawan, Sabtu (31/1).
Legislator Partai Keadilan Sejahtera (PKS) meminta protokol isoman mulai dijalankan dengan layanan telemedicine yang bagus. Sosialisasi perlu digencarkan bagaimana memanfaatkan telemedicine bagi kasus isoman Covid-19 yang resmi oleh pemerintah.
"Masih banyak yang belum tahu alur telemedicine yang resmi oleh pemerintah agar terpusat dan tidak salah konsultasi atau bahkan lebih parah bisa dimanfaatkan pihak yang tidak bertanggungjawab dengan memanfaatkan situasi darurat masyarakat," katanya.
Ia juga meminta jaminan pasien isoman mendapatkan obat yang sesuai dan alur pengiriman yang cepat. Alur distribusi obat sampai ke pasien isoman sudah harus dipersiapkan sejak dini apalagi jika harus menjangkau wilayah-wilayah yang sulit.
"Pastikan ada monitoring harian bisa memaksimalkan tenaga kesehatan dan medis di semua tempat dan lini daerah dibawah koordinasi Puskesmas setempat sehingga ada pemantauan kondisi pasien isoman secara intensif. Lewat pemantauan rutin ini perlu dipersiapkan juga jaminan tindakan cepat dan segera rujuk ke RS jika kondisi menjadi berat," ungkapnya.
Mufida meminta kesiapan layanan pendampingan pasien isoman ini sudah diujicobakan dan sudah siap benar guna menghadapi angka konfirmasi yang terus meningkat.
"Saya berharap sudah selesai uji coba dengan berbagai skema, sekarang tinggal bersiap diri untuk implementasi. Catatan besarnya sistem ini harus siap diimplementasikan di seluruh Indonesia. Belum meratanya fasilitas kesehatan harus diakui jadi problem tersendiri tapi seharusnya ada alternatif solusi bagi wilayah-wilayah yang punya karakteristik dan tantangan dalam implementasi telemedicine dan pendampingan pasien isoman," pungkasnya.

Kasus Hantavirus di Indonesia, Kemenkes: Saat ini Ada 2 Kasus Suspek di Jakarta dan Yogyakarta
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
Jadwal Persipura vs Adhyaksa FC Play-Off Promosi Super League, Siaran Langsung, dan Live Streaming
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
12 Kuliner Tahu Campur Paling Enak di Surabaya dengan Kuah Petis Kental yang Selalu Jadi Favorit Warga Lokal hingga Wisatawan
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
15 Oleh-oleh Paling Ikonik dan Khas dari Kota Surabaya, Rasanya Autentik dan Tiada Duanya, Wajib Kamu Bawa Pulang!
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
