
Ilustrasi: PSI
JawaPos.com - Selama masa penanganan pandemi Covid-19 berjalan, lembaga survei mengawal kinerja partai politik (parpol) dan tokoh nasional. Terutama mereka yang digadang-gadang menjadi capres pada Pilpres 2024. Kehadiran parpol di tengah masa pandemi memberi dampak secara elektoral.
Berdasar hasil survei Y-Publica, parpol-parpol besar mengalami kemerosotan suara, tapi ada juga yang menikmati dampaknya. Direktur Eksekutif Y-Publica Rudi Hartono menyebut, PDIP dan Gerindra masih tertinggi, namun suaranya turun beberapa persen. PDIP dari 30,3 persen menjadi 29,1 persen. Partai Gerindra sebelumnya 15,2 persen menjadi 14,5 persen. Begitu juga dengan Golkar yang merosot dari 10,3 persen menjadi 8,5 persen.
"Yang menarik partai bawah. Meski suaranya tidak tinggi tapi ada kenaikan beberapa persen dibanding tiga bulan lalu. Contohnya PSI," kata Rudi Hartono kepada JawaPos.com, Rabu (22/7).
Elektabilitas PSI pada Maret 2020 hanya dari 2,7 persen, kini meningkat menjadi 4,6 persen. Padahal PSI tidak memiliki wakil di Senayan. Hanya ada di tingkat DPRD.
Menurut Rudi, masyarakat menganggap PSI aktif bergerak dan bekerja dalam penanganan dampak pandemi Covid-19. "Meskipun Pemilu 2024 masih lama, tetapi kerja-kerja sosial PSI di lapangan berhasil mendongkrak elektabilitas," lanjut Rudi.
Adapun potret suara parpol lainnya saat ini sebagai berikut. PKB (6,1 persen), PKS (5,6 persen), Nasdem (4,0 persen), Demokrat (3,6 persen), PPP (2,6 persen), dan PAN (1,5 persen).
Survei Y-Publica dilakukan pada 1-10 Juli 2020 terhadap 1.200 orang mewakili seluruh provinsi di Indonesia. Survei dilakukan melalui sambungan telepon kepada responden yang dipilih acak dari survei sebelumnya sejak 2018. Margin of error lebih kurang 2,89 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.
Sementara untuk figur capres, Prabowo Subianto masih unggul dibanding empat bulan lalu. Suara Prabowo dibuntuti Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil.
"Prabowo masih menjadi capres terkuat dengan elektabilitas 17,3 persen, diikuti Ganjar 15,2 persen dan Kang Emil 12,1 persen," tandas Rudi Hartono.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=boFClQoEZr4
https://www.youtube.com/watch?v=IMRhtiTWx10
https://www.youtube.com/watch?v=XBKQTIySarA

Dana Desa Dialihkan untuk Koperasi Merah Putih, Pembangunan Desa di Bantul Jalan dengan Skema Lain
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
Sempat Di-blacklist Koramil, Pembangunan Koperasi Merah Putih di Tuban Dikawal Babinsa
Kecelakaan Kereta dan KRL di Bekasi Timur, KAI Fokus Evakuasi Para Korban
11 Rekomendasi Gudeg Terenak di Jakarta, Kuliner Manis yang Tak Kalah Legit Seperti di Jogjakarta
Terkendala Lahan dan Faktor Teknis, 7 Koperasi Merah Putih di Sukoharjo Jawa Tengah Belum Dibangun
