alexametrics

Gerindra: Belum Waktunya Bahas Jabatan Presiden 3 Periode

22 Juni 2021, 11:40:59 WIB

JawaPos.com – Sejumlah relawan Joko Widodo (Jokowi) menginginkan agar sang presiden RI tersebut kembali menjabat untuk ketiga kalinya di 2024 mendatang. Isu ini akhirnya ramai diperdebatkan khalayak luas.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad mengatakan, yang lebih penting dibicarakan saat ini adalah mengatasan pandemi Covid-19 di Tanah Air. Sebab angka penularan mengalami ledakan yang cukup parah.

“Kalau menurut saya yang mendesak itu adalah menekan laju Covid-19. Justru hal-hal yang tidak perlu bisa membuat kegaduhan,” ujar Dasco, Rabu (22/6).

Wakil Ketua DPR ini mengatakan saat ini sangat tidak etis berbicara melakukan amandemen UUD 1945 mengenai penambahan masa jabatan kepala negara.

“Menurut saya belum waktunya juga ngomong pilpres, soal amandemen dan lain-lain sementara laju Covid-19 tinggi, itu pesan saya,” ungkapnya.

Sebelumnya, penasihat relawan Jokowi-Prabowo (Jokpro), M Qodari mengatakan bahwa ide menjadikan Jokowi dan Prabowo Subianto berpasangan di Pilpres 2024 muncul karena ia dan para relawan lain tidak ingin ada polarisasi di masyarakat seperti yang terjadi di dua pilpres terdahulu.

“Kalau hanya ada satu calon, Jokowi-Prabowo lawannya kotak kosong. Maka Jokowi-Prabowo gabung saja,” ujar Qodari.

“Ancaman polarisasi itu jadi sangat turun kalau dua orang ini bergabung. Akan ada kekuatan politik besar,” lanjutnya.

Qodari menyadari wacana ini pasti mengundang polemik. Sebab dalam UUD 1945, kepala negara hanya boleh menjabat selama dua periode. Artinya, supaya Jokowi bisa maju di Pilpres 2024, maka harus ada amandemen UUD 1945.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Gunawan Wibisono

Saksikan video menarik berikut ini:



Close Ads