alexametrics

Pakar Mikroekspresi: Sandiaga Uno Dalam Tekanan Berat

19 April 2019, 19:03:56 WIB

JawaPos.com – Calon Wakil Presiden Nomor Urut 02 Sandiaga Salahuddin Uno seketika menjadi sorotan. Dua kali absen mendampingi Prabowo Subianto saat mengumumkan kemenangan, akhirnya dia tampil di Rumah Kertanegara, Kebayoran Baru, Jakarta, pada Kamis (18/4) sore.

Namun ada yang aneh dari wajah Sandi ketika mendampingi Prabowo Subianto yang lagi-lagi mengklaim kemenangan dalam Pilpres 2019 itu. Sandi tampak pucat dan tegang. Kondisi itu jauh berbeda dengan keseharian Sandi selama masa kampanye, yang tampak segar dan ceria.

Pakar Gesture dan Mikroeskpresi Monica Kumalasari labtas mengatakan, ada sejumlah hal yang perlu diamati dari gerak gerik Sandi saat itu. Sebab, mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu terlihat keluar dari baseline atau kebiasannya.

Baseline-nya seperti apa? Santai, spontan, banyak senyum, penyejuk pendukungnya saat mereka ramai beri dukungan di panggung debat,” ujarnya kepada JawaPos.com, Jumat (19/4).

Ia mendapati fakta bahwa Sandi lebih menampilkan ekspresi takut. “Dari facial expression, terlihat ekspresi sedih, takut, dan marah,” bebernya.

Capres dan Cawapres Nomor Urut 02 Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno didampingi Tokoh Koalisi Adil Makmur dan Tim Badan Pemenangan Nasional (BPN) saat membacakan Deklarasi Kemenangan dalam Pilpres 2019 di Rumah Kertanegara, Jakarta, Kamis (18/4). (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Sandi juga terlihat sangat tidak spontan dan tegang. Tangannya hanya dilipat di belakang tubuh yang menampilkan posisi seperti ajudan atau anak buah dalam keadaan siaga.

Monica melihat Sandi juga lebih banyak melihat ke kertas atau script pidato Prabowo. Bahkan ketika Prabowo mulai membawa UUD 1945, Sandiaga mulai batuk dengan menutup mulut atau membuang muka ke samping kiri.

“Adegan di atas diikuti dengan SU (Sandiaga Uno) mulai menatap ke audience saat Prabowo bicara tengtang partai-partai,” tuturnya.

Lalu Monica melihat, usai Prabowo membacakan pidato, Sandiaga menarik napas panjang dan tidak ada adegan salam seperti biasa. “Tidak ikut meneriakkan takbir,” imbuhnya.

Dari semua gerak tubuh yang terlihat, Monica berkesimpulan Sandiaga memang dalam tekanan. “SU dalam tekanan berat,” tegasnya.

Tekanan atas apa? Menurutnya bisa karena otoritas Prabowo, bisa karena tekanan pihak luar yang terlibat dalam pendanaan ajang Pilpres. “Bisa karena shock hasil quick count beda versi,” jelas Monica.

Sandi sendiri baru menampilkan diri pascapemungutan suara ketika Prabowo, mendatangi kediaman Sandi. Sebelumnya Sandi dikabarkan sakit cegukan tak berhenti karena kelelahan.

Sementara itu, menurut Monica gesture Prabowo sama seperti biasanya. “Seperti adegan-adegan sebelumnya (2014, kasus RS, dan lain-lain). Tidak ada perubahan gesture dan emosi,” tukasnya.

Editor : Erna Martiyanti

Reporter : Desyinta Nuraini



Close Ads