
KEPALA DAERAH MUDA: Indrata Nur Bayu Aji (cabup Pacitan)-Rezita Meylani Yopi (cabup Indragiri). (JAWA POS)
JawaPos.com – Cibiran menerpanya jauh sebelum coblosan. Sejak gambar baliho kampanyenya yang memuat tulisan ”keponakan SBY” beredar luas.
Tapi, Indrata Nur Bayuaji menanggapi terpaan cibiran itu dengan santai.
”Lha faktanya memang saya keponakan beliau (Susilo Bambang Yudhoyono, presiden keenam Indonesia, Red). Kalau saya menampik, justru kualat,” katanya ketika itu dalam sebuah acara temu media di Pacitan seperti dikutip Jawa Pos Radar Madiun.
Dan, cibiran itu memang akhirnya kalah dari suara rakyat Pacitan di pilkada. Aji, sapaan akrabnya, di usianya yang baru 27 tahun menuju kursi bupati Pacitan. Data dari sirekap (sistem informasi rekapitulasi) KPU menunjukkan dia unggul jauh.
Aji merupakan satu di antara beberapa calon pemimpin daerah hasil pilkada 2020 yang masih berusia di bawah 35 tahun. Tiga kabupaten lain di Jawa Timur, yakni Tuban, Kediri, serta Sidoarjo, juga berpeluang dipimpin bupati yang bahkan belum berusia 30 tahun.
Baca juga: Belum Tentu Bernasib seperti sang Bapak
Sementara itu, M. Nur Arifin, 30, yang tengah memimpin perolehan suara di pilkada Trenggalek malah sudah dua tahun ini menggantikan Emil Dardak sebagai bupati di kabupaten tetangga Pacitan tersebut. Dan, punya kans besar untuk kembali menduduki jabatan tersebut berdasar penghitungan suara sementara. Tentu ada pula Gibran Rakabuming Raka, 33, yang unggul telak dalam penghitungan suara sementara di pilwali Solo.
Ini bukan fenomena di Jawa Timur atau Jawa saja. Rezita Meylani Yopi, calon bupati Indragiri Hulu, Riau, yang tengah memimpin klasemen sementara perolehan suara juga baru berusia 26 tahun. Vandiko Timotius Gultom, 28, juga tengah berjaya dalam pengumpulan suara sementara hasil pilkada Kabupaten Samosir, Sumatera Utara. Jangan lupakan pula Bobby Nasution, ipar Gibran, yang unggul di pilwali Medan.
Direktur Eksekutif Indonesia Political Review Ujang Komarudin menyatakan, terpilihnya orang-orang muda itu bukan hal yang mengagetkan. Sebab, jika ditelisik lebih jauh, nama-nama muda yang berhasil naik panggung dan memenangi kontestasi memiliki orang tua dan keluarga yang juga politisi.
”Itu bukan (generasi) milenial anak orang biasa,” ujarnya kepada Jawa Pos tadi malam.
Baca juga: Ilusi Calon Perseorangan dan Oligarki
Ujang menuturkan, harus diakui akses politik di Indonesia saat ini masih didominasi orang tua. Kalaupun ada anak muda yang bisa masuk ke posisi strategis, mayoritas memiliki latar belakang keluarga di elite partai, pemerintahan, atau pengusaha.
Itu, lanjut dia, merupakan tantangan bagi demokrasi Indonesia. Sebab, regenerasi politik tidak berjalan secara sehat.
Kalaupun mau bersaing, biasanya mereka membutuhkan materi yang tidak sedikit. Sementara itu, yang tak punya akses kedekatan dan materi harus bekerja keras serta sabar menanti. ”Banyak milenial yang berprestasi, tapi ga punya uang, susah juga,” kata jebolan doktor Ilmu Politik Universitas Indonesia itu.
Dengan kondisi berada di lingkaran oligarki, Ujang tak yakin para pemimpin muda kelak dapat bekerja secara maksimal. ”Kasus korupsi ratusan kepala daerah ditangkap, salah satunya terkait oligarki dan dinasti politik. Ada risiko seperti itu,” ungkapnya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=Rfb97J26abI

Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
10 Rekomendasi Restoran Paling Populer di Surabaya dengan Menu Lengkap dan Harga Variatif
14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
Korban Rudapaksa di Cipondoh Jalani Trauma Healing, DP3AP2KB Kota Tangerang Beri Pendampingan Khusus
Link Pengumuman Hasil Seleksi Administrasi Manajer Koperasi Merah Putih yang Sudah Diumumkan
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
7 Rekomendasi Kuliner Lontong Balap Paling Enak di Surabaya, Wajib Dicoba Sekali Seumur Hidup!
