
Wamendagri Bima Arya Sugiarto. (Dok. Kemendagri)
JawaPos.com - Pemerintah daerah memiliki tantangan pembangunan yang cukup besar. Para pemimpin daerah dituntut untuk mampu berinovasi, adaptif, terampil, dan mampu membaca dinamika global.
Pandangan itu disampaikan oleh Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto. Menurut dia, kepala daerah kini menghadapi dinamika yang jauh lebih kompleks dibandingkan periode sebelumnya. Mulai dari dampak geopolitik global hingga kebijakan nasional yang terus berkembang. Kepala daerah dihadapkan dengan tuntutan pemenuhan kebutuhan masyarakat di tingkat lokal.
“Sebagai orang yang pernah mengalami masa-masa yang tidak mudah memimpin daerah, saya sangat memahami suasana kebatinan betapa tidak mudahnya menjadi kepala daerah, bupati, wali kota atau gubernur," ujar Bima Arya Sugiarto di Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim) pada Selasa (5/5).
Dia menyebut saat ini ada tiga tantangan sekaligus yang dihadapi kepala daerah. Tantangan itu agak berbeda dibanding generasi pertama untuk era kepala daerah yang dipilih secara langsung.
Tantangan itu mencakup aspek global yang berdampak langsung pada inflasi dan stabilitas ekonomi daerah, perubahan kebijakan nasional yang menuntut adaptasi cepat, serta kewajiban kepala daerah dalam memenuhi janji politik dan pelayanan publik.
Untuk itu, Bima Arya menegaskan pentingnya penerapan konsep statecraft dalam tata kelola pemerintahan. Yaitu, kepala daerah tidak hanya dituntut cerdas, tetapi juga harus terampil dan dapat dipercaya.
“Cerdas saja tidak cukup kata Presiden. Terampil itu secara teknis bisa cepat. Tapi, terampil belum tentu handal. Handal itu trusted atau terpercaya. Kata Presiden ya harus handal, bisa dipercaya, kedua terampil, cepat, dan ketiga cerdas,” tegasnya.
Dalam konteks peningkatan pendapatan asli daerah (PAD), mantan wali Kota Bogor itu mencontohkan berbagai praktik inovatif yang telah dilakukan sejumlah daerah. Yakni, optimalisasi pengelolaan reklame, perbaikan sistem parkir, hingga skema kerja sama pemerintah dengan sektor swasta yang mampu memberikan nilai tambah bagi pendapatan daerah.
Selain itu, pentingnya sinergi lintas sektor yang tidak selalu harus melalui pendekatan kelembagaan formal, tetapi dapat langsung menyasar isu-isu strategis yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Koperasi Desa Merah Putih di Pakuhaji Sepi dan Bangunan Sederhana, Dinkop UMKM Tangerang: Tidak Dibangun dari Dana Agrinas
Jadwal Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Siap Jaga Konsistensi di Barcelona
Sekjen Laskar Merah Putih Minta Presiden Perhatikan Para Jaksa: Mereka Belum Dapat Apresiasi yang Proporsional
Kemendiktisaintek Ubah Nama Prodi Teknik jadi Rekayasa, ini Daftarnya
Fans Persija Datangi Sesi Latihan di Sawangan, Jakmania Bentangkan Spanduk Kritik untuk Manajemen Klub
Hasil Moto3 Catalunya 2026: Veda Ega Pratama Bikin Kejutan! Tembus 13 Besar di FP2
11 Oleh-Oleh Khas Semarang yang Paling Diburu Wisatawan karena Rasanya Lezat dan Cocok Dijadikan Buah Tangan
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
12 Hotel Terbaik di Semarang dengan Fasilitas Lengkap, Nuansa Cozy dan Menenangkan untuk Quality Time Bersama Orang Tercinta
13 Buah Tangan Khas Malang Paling Populer dengan Cita Rasa Lezat dan Harga Ramah di Kantong
