
Photo
JawaPos.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) meminta adanya penambahan anggaran Rp 580,14 miliar. Keinginan itu disampaikan ketua lembaga antirasuah dalam rapat dengan Komisi III DPR.
Ketua KPK Agus Raharjo mengatakan, penambahan anggaran itu diperuntukan untuk penambahan pegawai di tahun 2020.
"Sebetulnya kami ingin mengusulkan untuk tahun ini ada penambahan kalau masih memungkinkan kita mengusulkan ada penambahan yang cukup besar sekitar Rp 580 miliar sehingga menjadi Rp 1,4 triliun," ujar Agus di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (12/6).
Agus menjelaskan penambahan ini supaya lembaga antirasuah ini bisa bekerja maksimal. Misalnya ada wacana untuk perluas program pencegahan korupsi hingga di daerah. Sebab menurut Agus, KPK saat ini baru memiliki sembilan koordinator wilayah dari 34 provinsi.
"Nah koordinator wilayah ini hari ini anggotanya masih sangat sedikit jadi bisa bayangkan kalau satu wilayah itu menangani lebih dari dua provinsi kadang kadang bisa sampai empat provinsi," katanya.
Menurut Agus, dengan jumlah personel yang minim ini. Tentunya sulit bekerja maksimal untuk melakukan pencegahan korupsi.
Ada pun rincian penambahan anggaran KPK sebesar Rp 194,4 miliar untuk digunakan untuk kebutuhan penambahan pegawai. Kemudian Rp 86,5 miliar akan diperuntukan untuk kebutuhan layanan operasional dasar, misalnya listrik, telepon, IT, pengelola gedung pengamanan, pengelolaan rutan.
Kemudian, Rp 205 miliar diperuntukan untuk peluasan wilayah pendampingan korsupgak dan korsupgah di 542 pemda dan 85 K/L. Serta pelaksanaan survei penilaian integritas, percepatan penanganan perkara, pengembangan infrastruktur teknologi dan informasi.
Rp 94,4 miliar untuk penambahan gedung baru dikhususkan membangun tempat menyimpan barang rampasan dan barang sitaan.
Terpisah, penambahan anggaran juga diminta oleh Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Komjen Pol Heru Winarko. Ia mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp 459,3 miliar untuk tahun 2020. Sedangkan pagu indikatif yang sebelumnya diberikan pemerintah sebanyak Rp 1,58 triliun.
"BNN mengajukan tambahan alokasi anggaran tahun 2020 sebesar Rp 459,3 miliar," kata Heru.
Heru juga menjelaskan, penambahan anggaran itu bertujuan untuk program penindakan narkoba, pengadaan K-9, pengadaan video conference, pembangunan gedung BNN pusat tahap I Rp 11 miliar.
"Termasuk juga pembangunan gedung BNN provinsi Rp 90 miliar, pembangunan gedung BNN kabupaten atau kota Rp 65 miliar, dan lainnya," pungkasnya.

11 Rekomendasi Mall Terbaik di Surabaya yang Bikin Betah Jalan-Jalan dan Susah Pulang
10 Mall di Semarang yang Tak Pernah Sepi Pengunjung, Tempat Favorit untuk Belanja dan Nongkrong
Marak Link Live Streaming Gratis Persija Jakarta vs Persib Bandung, Jakmania dan Bobotoh Pilih yang Mana?
KPK Tindaklanjuti Pelaporan Dugaan Korupsi APBD Era Mantan Gubernur Sultra Nur Alam
14 Daftar Mall Terbaik di Bandung yang Selalu Ramai Dikunjungi, Lengkap untuk Shopping dan Hiburan Keluarga
9 Rekomendasi Mall Terbaik di Sidoarjo untuk Belanja, Kuliner, dan Tempat Nongkrong Bersama Keluarga
15 Kuliner Seafood Ternikmat di Surabaya, Hidangan Laut Segar dengan Cita Rasa Khas yang Sulit Dilupakan
Jadwal Moto3 Prancis 2026! Start Posisi 6, Veda Ega Pratama Buka Peluang Podium di Moto3 Prancis 2026
17 Tempat Makan Hidden Gem di Surabaya yang Tidak Pernah Sepi, Rasanya Selalu Konsisten Enak
16 Kuliner Bakso di Yogyakarta yang Rasanya Dinilai Selalu Konsisten Enak, Bikin Para Pengunjung Ketagihan Datang Lagi
