
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan saat menjadi pembicara pada acara Seri kelima Leaders Talk Sekolah Pascasarjana Universitas Airlangga Surabaya, Jumat (11/3/2022). ANTARA/HO-Humas Unair.
JawaPos.com - Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi (Marves) Luhut Binsar Pandjaitan bilang, adanya penolakan perpanjangan masa jabatan Joko Widodo (Jokowi) sebagai Presiden RI, juga berasal dari para tokoh yang berniat untuk menjadi calon presiden (capres) di 2024.
Menurut Luhut, para tokoh-tokoh tersebut khawatir ambisinya menjadi pemimpin di Indonesia menjadi kandas, karena Jokowi diperpanjang jabatannya sebagai kepala negara. "Tapi kan orang sudah takut saja, orang yang sudah ingin jadi (capres, Red) sudah takut, 'waduh entar ketunda gua jadi'," ujar Luhut di Channel YouTube Deddy Corbuzier, dikutip Sabtu (12/3).
Politikus senior Partai Golkar tersebut menegaskan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak pernah mempermasalahkan jika jabatannya tak diperpanjang. Pasalnya jabatan kepala negara bisa diperpanjang atau tidak tergantung dari rakyat Indonesia. "Kalau rakyat enggak setuju ramai-ramai, ya enggak masalah juga, Presiden juga enggak ada masalah," katanya.
Karena itu, Luhut mengaku heran kenapa adanya wacana penundaan pelaksanaan Pemilu 2024 ini membuat banyak pihak resah. Padahal wacana ini belum tentu juga terwujud. "Iya, kita kenapa mesti repot, kalau kata Gus Dur begitu saja kok repot," ungkapnya.
Diketahui, usulan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar alias Cak Imin yang meminta agar Pemilu 2024 ditunda hingga dua tahun itu kemudian mendapat sambutan dari sejumlah partai, seperti Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto dan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan atau Zulhas.
Mereka menyatakan kondisi perekonomian belum stabil akibat Covid-19, sehingga Pemilu 2024 perlu ditunda agar pemerintah bisa fokus untuk pulih. Namun, usulan tersebut mendapat penolakan dari Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Demokrat, dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).
Kendati demikian tidak sedikit pihak-pihak, seperti koalisi masyarakat sipil yang tegas menolak usulan tersebut dan berharap Pemilu serentak tetap bisa dilaksanakan pada 2024 mendatang. (*)
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Guruh Soekarnoputra Meninggal, Ini Daftar Anak Soekarno yang Masih Hidup dan Sudah Tiada
Prediksi Skor Hong Kong vs Laos di FIFA ASEAN Cup: Duel Seru Berpotensi Imbang di Kai Tak Stadium
Prediksi Skor Slovakia vs Moldova di Liga Nations UEFA: Sokoli Borong Gol di Futbal Tatran Aréna
Prediksi Skor Albania vs Belarus di Liga Nations UEFA: Kuq e Zinjtë Menang Tipis Hadapi Tim Tamu
Prediksi Skor Bulgaria vs Luksemburg: Duel Ketat, Tuan Rumah Diunggulkan
Prediksi Skor Kamboja vs Myanmar di FIFA ASEAN Cup: Singa Asia Berpeluang Menang Tipis
Prediksi Skor Kuwait vs Irak di Arabian Gulf Cup: Laga Sengit Rawan Berakhir Imbang
Prediksi Skor Makedonia Utara vs Swiss di Liga Nations UEFA: Nati Pesta Gol di Kandang Lawan
Prediksi Skor Lithuania vs Azerbaijan di UEFA Nations League: Duel Ketat Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Slovenia vs Skotlandia: Sesko Absen, Era Baru Pocognoli Dimulai di Ljubljana

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022