Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 11 Agustus 2020 | 17.46 WIB

Serius Ingin Menang Besar, PDIP Terbuka Umumkan Paslonnya di Pilkada

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri saat menyerahkan rekomendasi paslon yang diusung di Pilkada 2020. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS) - Image

Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri saat menyerahkan rekomendasi paslon yang diusung di Pilkada 2020. (MIFTAHULHAYAT/JAWA POS)

JawaPos.com - Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) terus mengumumkan calon kepala daerah yang diusungnya di Pilkada serentak 2020 ini. Cara ini pun mendapat sorotan dari kalangan pengamat da pakar.

Salah satunya, Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo. Menurutnya, cara PDIP yang mengumumkan calkadanya lewat telekonferensi merupakan manuver untuk menjaga semangat para kader dan jajarannya agar fokus terhadap Pilkada yang akan datang.

"PDIP sebagai partai besar sekaligus partai pemenang pemilu nasional dua kali berturut-turut tentu akan menjaga reputasinya. Diantaranya adalah keseriusan dalam memenangkan Pilkada Serentak," kata Karyono saat dihubungi, Selasa (11/8).

Karyono juga menilai, PDIP tentunya menargetkan kemenangan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024. Karena itu, kemenangan Pilkada Serentak 2020 sebagai pintu masuk yang saling berkorelasi dengan kontestasi politik nasional.

"Infrastruktur dan instrumen politik yang dimiliki PDIP saat ini bisa menjadi modal untuk bertarung di Pilkada Serentak 2020," katanya.

Sementara itu, dihubungi terpisah, pengamat politik dari Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI) Ujang Komarudin mengatakan, inovasi PDIP dengan transparansi dan penggunaan teknologi di tengah pandemi Covid-19 sebagai upaya untuk mengungguli partai politik lainnya.

"PDIP sebagai partai pemenang Pemilu tentu tak ingin kecolongan dan kalah dalam Pilkada. Mereka akan mati-matian untuk menang di Pilkada Serentak 2020. Karena bagaimanapun menang di Pilkada itu merupakan investasi untuk Pemilu 2024. Sepertinya mereka sangat serius," kata Ujang.

Karena itu, kata Ujang, komitmen PDIP yang menyatakan diri sebagai partai wong cilik harus tetap dijaga dibuktikan.  "Tantangannya harus meyakinkan rakyat. Bahwa PDIP masih merupakan partai wong cilik. Partai yang peduli pada rakyat," jelas Ujang.

Seperti diketahui, PDIP telah mengumumkan calon kepala daerah dan wakil kepala daerahnya sebanyak dua tahap. Proses pengumuman tahap pertama dilakukan langsung sebelum penerapan PSBB pada Februari 2020, yang dihadiri Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

Tahap pertama sebanyak 49 cakada yang diumumkan di antaranya Pilkada Samosir Rapidin Simbolon-Juang Sinaga, Pilkada Serang Ratu Tatu Chasanah-Pandji Tirtayasa, Pilkada Bantul Abdul Halim Muslih dan Joko B Purnomo dan Pilkada Sulawesi Utara Olly Dondokambey.

Lalu tahap kedua diselenggarakan secara virtual di tengah pandemi Covid-19 pada Juli 2020. PDIP memberikan rekomendasi kepada 45 cakada di antaranya Pilkada Solo Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa, Pilkada Pematangsiantar Asner Silalahi-Susanti Dewayani, Pilkada Kota Depok: Pradi Supriatna-Afifa Alia, Pilkada Kota Makassar Syamsul Rizal-Fadli Ananda, dan Pilkada Boven Digoel Martinus Wagi-Isak Bangri. Pada hari ini, PDIP akan mengumumkan cakada tahap ketiga.

 

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=6l3ne-DM0_s

https://www.youtube.com/watch?v=MlLlFBcsqBM

https://www.youtube.com/watch?v=NuSZjiXAg8U

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore