Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 9 April 2018 | 03.21 WIB

Gerindra: Komentar Tsamara Bisa Picu Keretakan Indonesia-Rusia

Politikus PSI, Tsamara Amany. Pernyataan Tsamara soal Rusia dan Vladimir Putin dikhawatirkan bisa mengganggu hubungan Indonesia-Rusia - Image

Politikus PSI, Tsamara Amany. Pernyataan Tsamara soal Rusia dan Vladimir Putin dikhawatirkan bisa mengganggu hubungan Indonesia-Rusia

JawaPos.com - Pernyataan Ketua Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Tsamara Amany Alatas bisa berdampak buruk bagi hubungan Indonesia dan Rusia.


Pasalnya, pernyataan politikus muda itu dinilai cenderung fitnah.


Adapun Tsamara mengatakan, di Rusia tidak ada kebebasan beraspirasi seperti di Indonesia. Bahkan, di sana praktik-praktik korupsi dibiarkan begitu saja.


Karena itu, dia berpandangan kepemimpinan Presiden Rusia Vladimir Putin tidak cocok diterapkan di Indonesia.


"Pernyataan politisi pendukung Jokowi (Tsamara) yang tidak akurat, tidak disertai data, bahkan cenderung fitnah itu tidak baik dan merugikan bangsa," ujar Wakil Sekjen Partai Gerindra Sudaryono di Jakarta, Minggu (9/4).


Nyatanya, pernyataan Tsamara yang menyinggung soal kondisi politik, kebebasan pers dan tingkat korupsi di Rusia itu ditanggapi serius salah satu media lokal di sana.


"Ini sangat mengganggu, saya juga sudah membaca komentar pers dari Rusia dan pihak Kedubes Rusia yang meminta klarifikasi. Bagaimana kalau rakyat Rusia juga tidak terima negaranya dikata-katain begitu?" Kata Sudaryono


Seperti diketahui, media negeri beruang merah, yaitu Russia Beyond The Headline (RBTH), langsung meminta supaya Kedutaan Besar Rusia di Jakarta mengajak Tsamara berdiskusi.


Hal itu diketahui dari cuitan akun Twitter @RBTHIndonesia, pada Jumat (6/4). Mereka menyatakan video pernyataan Tsamara sudah dibicarakan dengan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Lyudmila Vorobyeva.


RBTH bahkan sudah meminta Kedubes Rusia di Jakarta mengundang Tsamara dalam acara jumpa pers pekan depan. Menurut RBTH Indonesia, mereka sudah menyampaikan undangan dan mengontak Tsamara.


Karena menyita atensi, Sudaryono berharap Tsamara mencabut pernyataaan kontroversialnya itu.


"Jika tidak segera minta maaf, sebaiknya Pemerintahan Jokowi melalui Kemenlu RI menegur PSI sebagai partai pendukung Jokowi untuk minta maaf kepada pemerintah Rusia dan Presiden Putin," kata anak buah Prabowo Subianto itu.

Editor: Imam Solehudin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore