alexametrics

Keluarga Yudhoyono Menangis Dengar Jokowi Sebut Kata ‘Flamboyan’

5 Juni 2019, 15:34:00 WIB

JawaPos.com – Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menyempatkan diri bercerita tentang salah satu momen paling mengharukan dalam prosesi pemakaman mendiang ibunya, Ani Yudhoyono yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo. AHY menyebutkan, Jokowi sempat melontarkan satu kata yang membuatnya dan keluarga menitikkan air mata.

Seperti yang sudah diketahui, Jokowi menjadi inspektur upacara di upacara pemakaman Ani pada Minggu (2/6) kemarin. Dalam pidatonya, Jokowi sempat menyebut Ani dengan kata ‘Flamboyan’.

“Semoga Allah SWT berkenan menerima amal ibadah almarhumah dan mengampuni segala khilaf dan salah beliau. Flamboyan telah pergi namun akan tetap hidup di hati kita semuanya, rakyat Indonesia yang mencintainya,” kata Jokowi kala itu.

Hal tersebut rupanya begitu menyentuh hati AHY dan keluarganya.

“Pidato beliau sangat mengharukan dan menyentuh hati kami. (Jokowi) Bahkan menggunakan istilah ‘Flamboyan’. Kami meneteskan air mata,” ujar AHY di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (5/6).

Kata tersebut rupanya bermakna sangat besar buat keluarga Yudhoyono. AHY menceritakan, ‘Flamboyan’ merupakan panggilan sang ayah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada mendiang istrinya tersebut. Sebutan itu sendiri akhirnya diabadikan dalam sebuah karya puisi dengan judul ‘Flamboyan’ yang ditulis oleh SBY.

Ketika Jokowi melontarkan kata tersebut dalam prosesi pemakaman, AHY menuturkan bahwa hal itu membuat sederet memori manis dalam otaknya muncul. “Itu menghadirkan kembali banyak sekali kenangan bahwa memang Ibunda Ani itu seorang yang teguh kuat, inspiratif, dan Insyaallah selalu menyayangi keluarga serta masyarakat Indonesia di manapun berada,” ungkapnya.

Sebelum bersilahturahmi dengan Jokowi di Istana Merdeka, AHY mengatakan bahwa ia dan keluarga menyempatkan diri pergi lebih dulu ke makam Ani di Taman Makam Pahlawan, Kalibata, Jakarta Selatan. Buat keluarga Yudhoyono, ini adalah lebaran perdana mereka tanpa sosok sang ibu.

“Memang ini adalah sebuah lembaran baru bagi kami. Ini merupakan lebaran pertama di mana keluarga kami sudah tidak lengkap. Secara bersamaan kami juga semakin mengikhlaskan bahwa Bu Ani alrmhumah Insyallah sudah ditempat yang jauh lebih baik dan lebih bahagia,” katanya.

Editor : Banu Adikara

Reporter : Gunawan Wibisono



Close Ads