
TUNGGU SURAT PRESIDEN: Menkumham Yasonna H. Laoly (kanan) menghadiri rapat kerja dengan komisi III DPR di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, kemarin. Salah satu agendanya ialah membicarakan peluang dilanjutkannya RUU KUHP dan RUU Pemasyarakatan. (HEND
JawaPos.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) merasa kecewa dengan para menteri di kabinetnya dalam penanganan virus Korona atau Covid-19 di Indonesia. Para menteri dinilai masih belum maksimal dalam bekerja membantu rakyat. Sehingga Presiden Jokowi mewacanakan melakukan reshuffle kabinet.
Direktur Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah mengatakan dari hasil riset yang dilakukannya setidaknya ada sepuluh menteri yang dianggap layak untuk direshuffle. Pertama adalah Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham) Yasonna Laoly yang dinilai responden layak untuk direshuffle.
"Ada 64.1 persen dinyatakan responden ke Yasonna Laoly paling layak dilakukan reshuffle," ujar Dedi dalam diskusi secara virtual di Jakarta, Sabtu (4/7).
Kemudian ada nama Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto (52.4 persen), Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah (47.5 persen). Menteri Perikanan dan Kelautan Edhy Prabowo (40.8 persen). Selanjutnya ada nama Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan (33.2 persen), Menteri Sosial Juliari Batubara (30.6 persen), Menteri Koordinasi dan Usaha Kecil Menengah Teten Masduki (28.1 persen).
Berikutnya adalah Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali (24.7 peresen), kemudian terakir adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir (18.4 persen). Dedi mengatakan sepuluh nama tersebut merupakan dekat dengan Presiden Jokowi. Nah dengan faktor kedekatan tersebut bisa membuat mereka untuk bekerja tidak maksimal.
Menurut Dedi, dilema bagi Presiden Jokowi melihat menteri yang bersusah payah memenangkan Pilpres 2019 justru berada di urutan teratas dan paling diharapkan reshuffle. "Jangan sampai ada asumsi justru karena kedekatan inilah membuat mereka merasa aman dari kritik dan koreksi dari Presiden," katanya.
Adapun survei tersebut dilakukan di 135 desa di 30 provinsi di Indonesia. Survei dilakukan pada 8-25 Juni 2020. Sementara jumlah responden sebanyak 1.350 orang dengan mentodologi survei yaitu well being metodology.

14 Kuliner Malam Bandung yang Paling Enak dan Selalu Ramai hingga Larut Malam dengan Suasana Seru dan Rasa Lezat
Bocoran Soal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026
Jika Persija Jakarta Gagal Juara, The Jakmania Punya Kesempatan Melihat Bobotoh Menangis
Tak Peduli Larangan ke Jepara, The Jakmania Sebut Kebiasaan atau Takut Main di Jakarta saat Persija Jamu Persib
18 Rekomendasi Kuliner di Tangerang untuk Keluarga, Tempat Makan Favorit dari Tradisional sampai Modern
Persebaya Surabaya Rayakan Kembalinya Bruno Moreira, Bonek Kompak Satu Suara
Pesan Haru Milos Raickovic ke Bonek! Gelandang Persebaya Surabaya Sudah Berikan Segalanya Musim Ini
12 Restoran Sunda Paling Enak di Jakarta, Tempat Makan dengan Menu Tradisional Khas dari Tanah Pasundan
Korban Dicekoki Miras Hingga Tak Sadar, Pelaku Pemerkosaan Cipondoh Masih Dicari
Link Live Streaming Semifinal Uber Cup 2026 Indonesia vs Korea Selatan dan Line-up Pertandingan
