
Ilustrasi mahasiwa tengah melakukan kuliah daring. Radar Cirebon
JawaPos.com - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) telah memverifikasi data untuk penyaluran subsidi kuota. Dari hasil verifikasi itu, terdapat tambahan 7,2 juta penerima dari September lalu. Total penerima bantuan subsidi Oktober pun bertambah menjadi 35,7 juta orang.
Seperti diketahui bahwa sebelumnya terdapat permasalahan penyaluran subsidi. Berdasarkan laporan dari Perhimpunan untuk Pendidikan dan Guru (P2G), masih terdapat guru dan siswa beberapa provinsi yang belum menerima kuota gratis.
"Sampe sekarang, guru dan siswa yang pernah melapor ke P2G per 1 Oktober lalu dari 14 provinsi yang belum dapat bantuan kuota internet di September masih belum kunjung menerima bantuan kuota internet. Termasuk saya juga belum dapat, padahal di Jakarta," jelas Koordinator P2G Satriwan Salim kepada JawaPos.com, Minggu (25/10).
Dia merasa bahwa penyaluran di September tidak optimal. Sebab menyisakan beberapa pihak yang tidak mendapatkan bantuan."Penyerapan bantuan kuota di bulan September tidak maksimal saya rasa. Total pendidik dan peserta didik yang berhak dapat bantuan kuota kan hampir 58 juta (data Pusdatin), nah yang disalurkan bulan September tak sampai 30 juta nomor (28,5 juta). Artinya tidak maksimal penyaluran dan sasarannya," terang dia.
Jadi, menurutnya, Kemendikbud harus memastikan betul bahwa tidak akan ada lagi kejadian seperti hal tersebut. Apalagi pada kasus sebelumnya, para guru dan siswa telah memenuhi persyaratan dan kepala sekolah pun telah membuat SPTJM (surat pernyataan tanggung jawab mutlak), jadi aneh jika tidak mendapatkannya.
"Pusdatin Kemendikbud mestinya membenahi dulu semua nomor yang sudah didaftarkan via Dapodik dan sudah ada mengisi SPTJM, tapi belum dapat," ucapnya.
Kemudian, bagi para guru atau murid yang tidak menerima penyaluran tersebut, alangkah baiknya Kemendikbud menjumlahkan subsidi dari September dan Oktober untuk pengiriman saat ini. Hal ini dilakukan agar kuota tidak terbuang sia-sia.
"Caranya, bagi mereka yang belum dapat di September hendaknya diakumulasikan dengan bulan Oktober ini. Misal guru 42 GB bulan September, ditambah 42 GB bulan Oktober agar mereka menerima haknya. Sesuai yang sudah direncanakan," jelas Satriwan.
Sebelumnya, Plt Kepala Pusdatin Hasan Chabibie mengungkapkan, kondisi mereka yang tidak mendapatkan kuota diperkirakan terjadi karena pendataan nomor ponsel di satuan pendidikan belum rampung. Kemudian, surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM) juga belum diselesaikan atau belum lengkap dari pihak satuan pendidikan.
”Atau, satuan pendidikan memang tidak membutuhkan. Karena mungkin merasa sudah mampu dan berpikiran sebaiknya untuk yang lebih membutuhkan saja,” paparnya beberapa waktu lalu. (*)
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=ndozuXqiNY8&ab_channel=jawapostvofficia

Pertandingan Perpisahan Bruno Moreira? Kapten Persebaya Surabaya Kirim Sinyal Emosional Jelang Lawan Persis Solo
11 Kuliner Gudeg Paling Recomended di Surabaya dengan Harga Murah Meriah Tapi Rasa Tidak Murahan
Mengenal CAT Seleksi Manajer Koperasi Merah Putih 2026: Aturan, Materi, dan Ambang Batas
10 Batagor Terenak di Bandung dengan Bumbu Kacang Istimewa, Kuliner Murah Meriah dengan Rasa Premium
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Siapa yang akan Bertemu Arsenal di Final Liga Champions?
14 Spot Gudeg di Bandung dengan Cita Rasa Khas Yogyakarta yang Autentik dan Menggugah Selera
7 Hidden Gem Kuliner Sunda di Bogor yang Enak dan Wajib Dicoba, Suasana Asri dan Menunya Autentik
13 Gudeg Paling Enak di Solo dengan Harga Terjangkau, Rasa Premium, Cocok untuk Kulineran Bareng Keluarga!
12 Rekomendasi Kuliner Malam di Surabaya dengan View Terbaik untuk Nongkrong Santai dan Pemandangan yang Memukau
Prediksi Skor Bayern Munchen vs PSG: Sejarah Die Roten Selalu Lolos dari Semifinal Liga Champions, Masih Dominan Lawan Klub Ligue 1
