Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 19 Mei 2021 | 00.14 WIB

Siswi Hina Palestina Bentuk Kenakalan Remaja, P2G: Perlu Dibimbing

Sejumlah massa yag tergabung dari Aliansi Mahasiswa Islam Jakarta Solidaritas Untuk Palestina, melakukan aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Amerika, Jakarta, Rabu (12/5/2021). Dalam aksinya mereka mendesak Amerika untuk menghentikan kekeraaan Israel terhad - Image

Sejumlah massa yag tergabung dari Aliansi Mahasiswa Islam Jakarta Solidaritas Untuk Palestina, melakukan aksi unjuk rasa di depan Kedutaan Amerika, Jakarta, Rabu (12/5/2021). Dalam aksinya mereka mendesak Amerika untuk menghentikan kekeraaan Israel terhad

JawaPos.com - Siswi salah satu SMA di Bengkulu berinisial MS mendapat perhatian setelah mengunggah video di platform TikTok yang mengucapkan kalimat tidak pantas kepada Palestina.

Kasus ini pun sudah diusut oleh pihak sekolah dan didampingi oleh aparat kepolisian. Sementara itu, MS sendiri terancam dikeluarkan dari sekolah, bahkan sampai juga muncul petisi mengenai hal tersebut.

Sebelumnya, MS viral dengan menyebutkan kata yang tidak pantas yang ditujukan kepada Palestina. "Palestina babi, mari kita bantai. Canda bantai," ucap dia dalam video yang diunggahnya.

Terkait hal tersebut, Koordinator Nasional Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) Satriwan Salim menilai bahwa itu merupakan bentuk kenakalan remaja.

"Nah ini saya rasa karena kenakalan remaja, kalau ada di sini komite sekolah ada kepolisian (mengadakan) rapat, ini agaknya kok terlalu berlebihan gitu," jelas dia kepada JawaPos.com, Selasa (18/5).

Mestinya sekolah melakukan pembinaan kepada yang bersangkutan, tidak perlu dikeluarkan oleh sekolah. Menurutnya, tindakan yang dilakukan MS adalah ketidakmampuan guru menyampaikan hubungan antara Indonesia dan Palestina.

"Jangan sampai karena sekolah gagal untuk mendidik anaknya, kemudian anaknya justru keluarkan. Ini anaknya dilanggar haknya dua kali lipat gitu, yang pertama dia tidak didampingi (pengajaran yang baik. Yang kedua, dasarnya untuk mendapatkan pendidikan itu akhirnya hilang," terang dia.

Jadi, dirinya pun mengimbau agar MS tidak dikeluarkan. "Saya yakin anaknya akan belajar dari peristiwa ini kan karena sudah viral kan," imbuhnya. (*)

Editor: Dinarsa Kurniawan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore