Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 10 November 2020 | 03.05 WIB

Kemenristek Berharap Inovasi Penanganan Covid-19 dari Universitas

ONLY FOR CLINICAL TRIAL: Petugas kesehatan menunjukkan contoh vaksin saat simulasi uji klinis, Kamis (6/8). (TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG) - Image

ONLY FOR CLINICAL TRIAL: Petugas kesehatan menunjukkan contoh vaksin saat simulasi uji klinis, Kamis (6/8). (TAOFIK ACHMAD HIDAYAT/RADAR BANDUNG)

JawaPos.com–Staf Ahli Bidang Infrastruktur Kementerian Riset dan Teknologi (Kemenristek) Ali Ghufron menyatakan, pemerintah masih melakukan antisipasi atas gelombang kedua lonjakan Covid-19. Antisipasi itu terus disosialisasikan pemerintah sekaligus mempercepat inovasi penanganan Covid-19.

”Karena memang ada yang disebut second wave atau gelombang kedua (Covid-19). Kami akan terus lakukan monitor, supaya segera berkurang,” papar Ghufron dalam acara Dies Natalis ke-66 Universitas Airlangga (Unair) di Kampus C Unair Surabaya, Senin (9/11).

Dia mengatakan, percepatan inovasi itu harus disertai dukungan anggaran. Harapannya, pemerintah mampu memaksimalkan produksi inovasi penanganan Covid-19 buatan dalam negeri. Apalagi sebelumnya, Indonesia mengimpor alat rapid test pada masa awal pandemi. Akibatnya, anggaran makin terbatas.

”Kalau misalnya ada Rp 10 triliun anggaran inovasi, harusnya nggak perlu impor lagi,” ucap Ghufron.

Terkait hal tersebut, menurut dia, sudah banyak akademisi dan institusi yang berhasil melakukan inovasi penanganan Covid-19. Contohnya alat rapid test, robot perawat, hingga alat deteksi Covid-19 dari hembusan napas (GeNose).

”Dengan Rp10 triliun, 95 persen kami bisa menjamin untuk menyediakan inovasi pencegahan dari dalam negeri,” ujar Ghufron.

Dia menambahkan, Kemenristek terus mendorong peneliti dari berbagai institusi dan universitas untuk terus berinovasi. Saat ini pemerintah sedang mendorong inovasi untuk penanganan Covid-19. Salah satunya riset mengenai survei penyembuh Covid-19 yang dikembangkan Universitas Airlangga (Unair).

”Terus terang, kemenristek sudah menganggarkan dana untuk penelitian. Di Unair, tahap satu kita biayai cukup lumayan, tahap dua kita biayai kembali, karena Unair aktif. Nanti alat-alat lain juga kami berikan supaya vaksin Merah Putih lebih cepat digunakan,” kata Ghufron.

Saksikan video menarik berikut ini:

https://www.youtube.com/watch?v=gy33-X98Z3Y

Editor: Latu Ratri Mubyarsah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore