Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 3 Juli 2021 | 04.40 WIB

P2G Minta Vaksinasi Anak Usia 12-17 Tahun di Luar Jawa-Bali

Sejumlah siswa mengikuti vaksinasi di SMAN 20 Jakarta, Kamis (01/07/2021). Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan edaran tentang pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi anak usia 12-17 tahun. Karena belum punya KTP, maka disyaratkan membawa kartu keluarga atau - Image

Sejumlah siswa mengikuti vaksinasi di SMAN 20 Jakarta, Kamis (01/07/2021). Kementerian Kesehatan RI mengeluarkan edaran tentang pelaksanaan vaksinasi COVID-19 bagi anak usia 12-17 tahun. Karena belum punya KTP, maka disyaratkan membawa kartu keluarga atau

JawaPos.com - Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) mengapresiasi langkah pemberian izin vaksinasi anak usia 12-17 tahun. Usia tersebut pada umumnya usia sekolah di jenjang SMP/MTs dan SMA/SMK/MA.

Koordinator Nasional P2G, Satriwan Salim menyampaikan bahwa mereka sudah hampir 1,5 tahun tidak dapat bersekolah normal melalui pembelajaran tatap muka (PTM) seperti dulu. Namun, dengan adanya ini, diharapkan dapat menjadi momentum bagus pelaksanaan PTM terbatas.

"Skema pembelajaran jarak jauh (PJJ), dimana siswa belajar dari rumah selama pandemi harus diakui sangat tidak optimal. Dengan adanya vaksinasi anak termasuk guru, diharapkan dapat membantu persiapan pelaksanaan PTM Terbatas ke depan," kata dia dalam keterangannya, Jumat (2/7).

Pihaknya pun mendukung jajaran pemda untuk terus melakukan vaksinasi kepada siswa di daerah masing-masing. Seperti yang sudah dimulai secara simbolis di DKI Jakarta.

Pemerintah juga diharapkan dapat memprioritaskan vaksinasi anak usia 12-17 tahun yang berada di luar Jawa-Bali yang saat ini tengah menerapkan PPKM Darurat. Sebab, jika sekolah memenuhi syarat baik dari aspek Daftar Periksa, pemetaan kondisi Covid-19 di daerahnya, maupun izin orang tua, maka siswa di luar Jawa-Bali dapat saja memulai PTM Terbatas.

"Jangan sampai mereka belum divaksinasi, tetapi pemda sudah menetapkan PTM terbatas, tentu ini sangat berisiko," ujarnya.

Sementara itu pantauan jaringan P2G daerah melaporkan, proses vaksinasi guru dan tenaga kependidikan masih relatif lambat di daerah. "Awal Juni 2021, vaksinasi guru dan tendik di provinsi Aceh baru sekitar 2 persen. Awal Juli ini, diperkirakan baru sekitar 50 persen guru divaksinasi, itu pun tahapan pertama. Begitu juga di Kepulauan Riau, Sumut, Sumbar, Kaltim, Sulut, dan NTB," ungkap dia.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022

Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore