Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 9 September 2026 | 23.06 WIB

5 Refleksi P2G Soal Kenaikan Skor PISA Indonesia 2025

Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim. (Dok Pribadi) - Image

Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim. (Dok Pribadi)

JawaPos.com – Perhimpunan Pendidikan dan Guru (P2G) memberikan lima refleksi atas kenaikan skor Programme for International Student Assessment (PISA) Indonesia 2025, khususnya pada aspek Membaca dan Sains.

Berdasarkan hasil PISA 2025 yang dirilis pada Selasa (8/9), skor Membaca Indonesia naik tujuh poin menjadi 365, sedangkan Sains meningkat enam poin menjadi 389. Sementara itu, skor Matematika justru turun dua poin menjadi 364. Meski mengalami peningkatan pada dua aspek, seluruh skor Indonesia masih berada di bawah rata-rata negara OECD.

Koordinator Nasional P2G Satriwan Salim mengatakan, kenaikan skor tersebut patut diapresiasi. Terlebih, rata-rata skor negara OECD justru mengalami penurunan di tiga aspek, yakni Matematika turun sembilan poin menjadi 465, Membaca turun 14 poin menjadi 463, dan Sains turun tiga poin menjadi 484.

"Yang menggembirakan adalah skor Indonesia justru meningkat dalam Membaca naik tujuh (7) poin dan Sains naik enam (6) poin," ungkap Satriwan dalam keterangannya, Rabu (9/9).

Namun, ia memberikan lima refleksi terhadap tata kelola pendidikan dasar dan menengah berdasarkan hasil PISA 2025.

1. Kenaikan skor menjadi indikasi learning recovery

P2G menilai kenaikan skor PISA dapat menjadi indikasi adanya upaya serius pemerintah dalam melakukan learning recovery atau pemulihan pembelajaran setelah pandemi Covid-19.

Menurut Satriwan, hal tersebut menunjukkan kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) untuk membenahi kualitas pembelajaran sudah berada di jalur yang tepat.

Salah satunya melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam yang kini diperkuat Kemendikdasmen. Namun, pendekatan tersebut harus benar-benar dipahami guru dan diterapkan dalam proses pembelajaran di kelas.

"Misalnya melalui pendekatan Pembelajaran Mendalam yang kini tengah diperkuat Kemdikdasmen harus betul-betul dipahami guru untuk dilaksanakan di kelas," lanjut Satriwan.

Editor: Bintang Pradewo
Tags

Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!

Jawa Pos

Ikuti

Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore