
Ilustrasi KPU
JawaPos.com - Pelonjakan suara pasangan Sudrajat-Syaikhu dari hasil hitung cepat (quick count) di pemilihan gubenur Jawa Barat 2018 memang mengejutkan, khususnya oleh kalangan akademisi. Betapa tidak, pasangan dengan sebutan Asyik itu telah berhasil membuat beberapa lembaga survei menjadi 'kuburan', lantaran mematahkan prediksi bahwa pasangan ini hanya menjadi medioker.
Ada pula yang mengaitkan gagalnya prediksi lembaga survei lantaran tidak dapat memprediksi kekuatan mesin politik Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang tokcer alias berkerja maksimal di Jawa Barat. Mungkin saja kondisi ini dapat meningkatkan nilai tawar partai besutan Sohibul Iman itu di pilpres 2019 mendatang.
Bukan tanpa sebab, Jawa Barat memang lumbung suara strategis untuk pemenangan di pilpres 2019 mendatang. Dilansir dari jabarprov.go.id, provinsi itu telah dihuni sebanyak sebanyak 46.497.175 juta jiwa. Itu berarti sekitar 15 persen suara sah nasional dan modal suara gerbong koalisi parpol yang dapat menguasai bumi pasundan itu di pilpres 2019 mendatang.
Pengamat Politik Universitas Paramadina Hendri Satrio misalnya, ia mengakui kekuatan mesin partai PKS tergolong kuat. Basis-basis massa yang tersebar di daerah pun tak kalah hebatnya dengan parpol lainnya.
"Memang terkenal grassrootnya (suara akar rumput) PKS kuat sekali," ungkap Hendri.
Dengan kekuatan mesin parpol yang kuat itu bisa jadi PKS menjadi lirikan parpol-parpol besar untuk bergabung koalisi. Hanya saja, saat ini PKS mengakui telah menjadi 'rekan sekutu' partai Gerindra untuk mendukung pencalonan Prabowo Subianto. Bahkan, mereka telah mengajukan sembilan nama kader yang dapat menjadi cawapres mantan Danjen Kopassus itu.
Namun, dengan kondisi partai Gerindra yang tengah mengalami sedikit kemenangan pilkada dan ditambah defisit dana politik, apakah ada kekhawatiran partai berlambang kepala burung Garuda itu jika nantinya PKS berpindah ke lain hati?
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Ferry Julianto ikut angkat bicara soal ini. Ia mengutarakan sedikit keberatan jika hasil pilkada partainya disebut-sebut kurang memuaskan. Ia menyebut, hasil pilgub Jawa Barat dan Jawa Tengah menjadi tolak ukur bahwa 2019 Ganti presiden dan cocktail effect yang selama ini disuarakan terjadi pada Prabowo Subianto, bukan kepada Jokowi.
Selain peran PKS, bisa jadi partai Gerindra juga memiliki peran baik pula dalam peningkatan suara pasangan Asyik di pilgub Jawa Barat. Sementara itu, aksi pencurian suara sampai 45 persen yang dilakukan Sudirman Said dan Ida Fauziah di pilkada jawa Tengah memang pula harus diapresiasi. Apalagi, daerah itu terkenal sebagai 'kandang banteng'.
"Justru yang kurang baik itu PDIP, Gerindra (hasil pilkada) itu baik," kata Ferry.
Ferry pun memastikan bahwa PKS akan tetap setia dengan partai Gerindra pasca melihat hasil pilkada serentak 2018 itu. Terlebih, mereka telah melakukan kerja sama politik tertulis yang cukup panjang selama perhelatan pilkada. Sehingga dia yakin PKS akan terus bersama Prabowo.
"Insya Allah, intinya semangat ganti presiden," ungkapnya.
Persekutuan partai Gerindra dan PKS yang terajut lama itu bisa saja hancur dengan adanya godaan dari gerbong koalisi parpol lainnya. Memang saat ini belum ada ukuran pasti berapa gerbong politik yang akan terbentuk di 2019 mendatang. Ada yang memprediksi dua poros dengan asumsi gerbong Prabowo melawan gerbong Jokowi, atau malah tiga poros yang diinisiasi oleh Partai Demokrat.
Namun, gerbong parpol pengusung Jokowi rupanya tak keberatan jika nantinya PKS benar akan merapat untuk mendukung Jokowi. Padahal, PKS kerap melakukan manuver politik dengan pencanangan 2019 ganti presiden.
Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadizly mengaku tak masalah jika nantinya PKS ikut mendukung pencalonan Jokowi. Ia memandang, semakin banyak dukungan kepada mantan Wali Kota Surakarta itu, maka akan semakin bagus untuk pemenangan di pilpres 2019 mendatang.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Besan KDM Komjen Karyoto Dimutasi dari Jabatan Kabaharkam Jelang Pensiun
Prediksi Susunan Pemain Prancis vs Belgia: Zidane Ingin Menang di Stade de France
Prediksi Skor Kosta Rika vs Haiti di CONCACAF: Les Grenadiers Bisa Menang Tipis
Prediksi Skor Skotlandia vs Slovenia di UEFA Nations League: Duel Sengit Rawan Imbang
Prediksi Skor Siprus vs Latvia di Liga Nations UEFA: I Galanolefki Menang Tipis di Neo GSP
Koordinator BEM UI Diserang OTK di Tebet Jaksel, Sempat Diancam Bunuh
Rekam Jejak Wadankor Brimob Irjen Victor Alexander Lateka, dari Densus 88 hingga BIN
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Kazakhstan vs Kepulauan Faroe: Duel Tim Papan Bawah Sulit Diprediksi
Prediksi Skor Luksemburg vs Bulgaria di UEFA Nations League: The Lions Jemawa Bisa Curi Poin

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022