
Photo
JawaPos.com - Sebentar lagi KPU mengumumkan bakal calon presiden-calon wakil preisden (bacapres-bacawarpes) yang lolos verifikasi. Pengumuman itu nantinya akan disertai dengan pengundian nomor urut.
Kornas Jaringan Pendidikan Pemilih untuk Rakyat (JPPR) Sunanto menyebut, nomor urut capres-cawapres sejatinya harus berbeda dengan nomor urut parpol peserta pemilu. Tujuannya untuk menghindari masyarakat tertukar ketika memilih di bilik suara.
"Nomor urut pasangan calon presiden dan wakil presiden perlu berbeda dengan nomor urut partai dan nomor calon anggota DPD yang maju dalam Pemilu 2019 mendatang,” kata Sunanto di Jakarta, Senin (17/9).
Menurut Sunanto, dalam Undang-undang nomor 7/2017 tentang Pemilu memang tidak mengharuskan KPU menetapkan nomor 1 dan 2 untuk capres dan cawapres yang berkontestasi. Pasal 342 pada UU tersebut disebutkan bahwa pasangan capres-cawapres perlu memiliki nomor urut untuk dicantumkan di surat suara.
"Jika KPU ingin konsisten, maka nomor urut pasangan capres-cawapres juga harus berbeda dengan nomor urut partai. Apalagi sudah disepakati bahwa nomor urut DPD dan partai berbeda,” kata Sunanto.
Dengan cara ini, imbuhnya, diharapkan dapat meningkatkan jumlah partisipasi warga dalam Pemilu 2019. Lebih dari itu, pemilu bisa berjalan kondusif dan aman.
Sudahkah Anda mengikuti channel whatsapp kami?
Jadilah pembaca setia, gabung sekarang juga di channel kami!

Doktif Bongkar Transfer Rp 9 Juta Richard Lee, Disebut untuk Jasa Prostitusi
Perilaku Menantu Tak Cerminkan Orang Kerajaan, Sultan Brunei Cabut Gelar Istri Pangeran Abdul Malik
Sakit Hati, Alasan Eks Karyawan Bongkar Aib Richard Lee Suka 'Jajan Cewek'
Doktif Sebut Richard Lee Transfer Uang ke Mucikari, Klaim Gunakan Anak di Bawah Umur
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Richard Lee Bela Perempuan di Podcast, Eks Karyawan: Dia Penjahat Wanita
Profil Penang FC: Ujian Persebaya Jelang Super League, Ada Misi Khusus Bernardo Tavares
Profil Lengkap Destry Damayanti, Calon Tunggal Gubernur BI
Finis P9 Moto3 Inggris 2026, Veda Ega Pratama Bongkar Kesalahan di Silverstone
Tumplek Blek! Ribuan Massa Padati Jalan Gubernur Surabaya untuk Ikuti Aksi Tolak LGBTQ
